Pembunuhan Pekerja Bangunan oleh TPNPB-OPM: Negara Wajib Jamin Keamanan Pekerja Sipil di Papua
Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PKB, Mafirion mengecam tindakan pembunuhan lima pekerja bangunan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan. Kejadian berdarah ini meninggalkan kesedihan mendalam dan menimbulkan ketakutan bagi pekerja sipil yang bekerja di daerah rawan konflik.
Mafirion Minta Jaminan Keamanan bagi Pekerja Sipil di Papua
Mafirion menegaskan pentingnya negara memberikan jaminan keamanan kepada warga sipil yang berjuang membangun Papua. Ia menyoroti bahwa keselamatan dalam bekerja adalah hak dasar setiap individu, dan tindakan kekerasan semacam ini tidak bisa dibiarkan terus terjadi.
“Pemerintah harus menegakkan rasa aman bagi setiap pekerja sipil yang berkontribusi dalam pembangunan. Mereka adalah tulang punggung kemajuan Papua, dan keberadaan mereka seharusnya dilindungi dengan sungguh-sungguh,” tegas Mafirion.
Dampak Serangan terhadap Pekerja Sipil
Penyerangan terhadap pekerja sipil bukan hanya mengakibatkan kerugian nyawa, tetapi juga merugikan proyek-proyek pembangunan yang sedang berjalan di Papua. Keterhambatan dalam pembangunan infrastruktur dapat merugikan masyarakat luas dan memperlambat kemajuan wilayah tertinggal.
Mafirion mengajak pemerintah untuk tidak hanya mencari pelaku, tetapi juga memperkuat sistem perlindungan bagi pekerja sipil. Langkah-langkah preventif, pemetaan wilayah rawan, koordinasi efektif antara instansi terkait, dan evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan pekerja harus menjadi prioritas.
Kami meminta TNI dan Polri untuk segera menangkap para pelaku dan mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan. Pembangunan Papua harus berjalan lancar dan aman, tanpa intervensi kekerasan yang merugikan pihak yang tak terlibat dalam konflik.
Artikel ini disadur dari Nusaperdana.com

