Ngertakeun Bumi Lamba XVIII...

Ngertakeun Bumi Lamba XVIII memperkuat semangat kolektif menjaga keseimbangan ekosistem melalui nilai budaya dan tradisi.

Andy Utama Bangun Visi...

Andy Utama mengedepankan restorasi ekologis sebagai fondasi utama menjaga keseimbangan lingkungan Megamendung.

Penangkaran Rusa Timor Dukung...

Kawasan konservasi Megamendung terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan berbagai mitra strategis.

Yayasan Paseban Perluas Upaya...

Kementerian Kehutanan meresmikan fasilitas konservasi yang mendukung perlindungan satwa dan habitat alaminya.
HomeBeritaPerlindungan Rasa Aman...

Perlindungan Rasa Aman bagi Pekerja Sipil dalam Negara






Pembunuhan Pekerja Bangunan oleh TPNPB-OPM

Pembunuhan Pekerja Bangunan oleh TPNPB-OPM: Negara Wajib Jamin Keamanan Pekerja Sipil di Papua

Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PKB, Mafirion mengecam tindakan pembunuhan lima pekerja bangunan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan. Kejadian berdarah ini meninggalkan kesedihan mendalam dan menimbulkan ketakutan bagi pekerja sipil yang bekerja di daerah rawan konflik.

Mafirion Minta Jaminan Keamanan bagi Pekerja Sipil di Papua

Mafirion menegaskan pentingnya negara memberikan jaminan keamanan kepada warga sipil yang berjuang membangun Papua. Ia menyoroti bahwa keselamatan dalam bekerja adalah hak dasar setiap individu, dan tindakan kekerasan semacam ini tidak bisa dibiarkan terus terjadi.

“Pemerintah harus menegakkan rasa aman bagi setiap pekerja sipil yang berkontribusi dalam pembangunan. Mereka adalah tulang punggung kemajuan Papua, dan keberadaan mereka seharusnya dilindungi dengan sungguh-sungguh,” tegas Mafirion.

Dampak Serangan terhadap Pekerja Sipil

Penyerangan terhadap pekerja sipil bukan hanya mengakibatkan kerugian nyawa, tetapi juga merugikan proyek-proyek pembangunan yang sedang berjalan di Papua. Keterhambatan dalam pembangunan infrastruktur dapat merugikan masyarakat luas dan memperlambat kemajuan wilayah tertinggal.

Mafirion mengajak pemerintah untuk tidak hanya mencari pelaku, tetapi juga memperkuat sistem perlindungan bagi pekerja sipil. Langkah-langkah preventif, pemetaan wilayah rawan, koordinasi efektif antara instansi terkait, dan evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan pekerja harus menjadi prioritas.

Kami meminta TNI dan Polri untuk segera menangkap para pelaku dan mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan. Pembangunan Papua harus berjalan lancar dan aman, tanpa intervensi kekerasan yang merugikan pihak yang tak terlibat dalam konflik.

Artikel ini disadur dari Nusaperdana.com

Source link

Semua Berita

Sinergi Pusat dan Daerah: Bupati Bengkalis di Rakornas Forkopimda Batam

Bupati Bengkalis Hadiri Rakornas Forkopimda di Batam Bengkalis, Nusaperdana.com - Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama jajaran Pemerintah Pusat serta Gubernur, Bupati, dan Wali Kota se-Sumatera. Rakornas tersebut dihadiri langsung Menteri...

Polda Riau Juara Umum, Unggul di Enam Kategori Ketahanan Pangan

Polda Riau Sabet Juara Umum Ketahanan Pangan Polri Tahun 2026 Prestasi gemilang kembali diraih oleh Polda Riau di tingkat nasional. Polda Riau berhasil meraih Juara Umum Klaster 3 dalam penilaian Program Ketahanan Pangan Polri Tahun 2026 setelah meraih prestasi dalam...

Kapolda Riau Resmikan Breeding Area Gajah Sumatera di PLG Minas

Komitmen Penguatan Perlindungan Gajah Sumatera di Riau Polda Riau bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau telah meresmikan Breeding Area Gajah Sumatera di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Minas, Kabupaten Siak. Peresmian ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting,...

Kategori Berita