Pusat Data dan Sistem...

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.
HomePolitikFormasi 17-8-45 Paskibraka:...

Formasi 17-8-45 Paskibraka: Makna dan Sejarahnya

Formasi 17-8-45 dalam Tradisi Paskibraka: Sejarah dan Maknanya

Jakarta (ANTARA) – Formasi 17-8-45 menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia. Formasi tersebut bukan sekadar susunan barisan, tetapi memiliki keterkaitan dengan sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Arti Formasi 17-8-45

Formasi 17-8-45 terdiri atas tiga kelompok utama, yakni Pasukan 17, Pasukan 8, dan Pasukan 45. Pasukan 17 berada di bagian depan sebagai pengiring atau pemandu. Angka 17 merujuk pada tanggal Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yakni 17 Agustus 1945. Pasukan 8 merupakan pasukan inti yang berada di belakang Pasukan 17 dan bertugas dalam prosesi pembawaan serta pengibaran Bendera Pusaka. Angka 8 merujuk pada bulan Agustus sebagai bulan kemerdekaan Indonesia. Sementara itu, Pasukan 45 berada di belakang Pasukan 8 sebagai pengawal kehormatan. Angka 45 merujuk pada tahun 1945, yakni tahun Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Dengan demikian, angka 17-8-45 secara keseluruhan merepresentasikan tanggal bersejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945.

Sejarah Pembentukan Formasi

Sejarah formasi tersebut tidak terlepas dari Husein Mutahar, tokoh yang dikenal sebagai salah satu perintis Paskibraka Indonesia. Pada 1946, Husein Mutahar mendapat tugas menyiapkan pengibaran Bendera Pusaka di Yogyakarta. Saat itu, ia memilih lima pemuda dari berbagai daerah untuk melaksanakan tugas pengibaran bendera. Gagasan tersebut kemudian dikembangkan kembali pada 1967. Presiden Soeharto meminta Husein Mutahar menangani pengibaran Bendera Pusaka. Berdasarkan gagasan pengibaran pada 1946, Mutahar mengembangkan susunan pasukan menjadi tiga kelompok, yakni Pasukan 17 sebagai pengiring, Pasukan 8 sebagai pembawa bendera atau pasukan inti, dan Pasukan 45 sebagai pengawal.

Tugas Setiap Kelompok

Dalam pelaksanaan upacara, masing-masing kelompok memiliki peran berbeda. Pasukan 17 bertugas sebagai pengiring dan pemandu pasukan. Kelompok ini berada di bagian depan formasi. Pasukan 8 menjadi kelompok inti dalam prosesi pengibaran bendera. Kelompok ini membawa dan mengibarkan duplikat Bendera Pusaka Merah Putih. Pasukan 45 berada di belakang kelompok inti dan berfungsi sebagai pengawal. Pembagian tersebut membuat rangkaian pengibaran bendera membutuhkan koordinasi, ketelitian, dan kedisiplinan tinggi dari seluruh anggota Paskibraka.

Formasi 17-8-45 memiliki nilai simbolis yang kuat karena setiap angka mengingatkan masyarakat pada momentum lahirnya Indonesia sebagai negara merdeka. Keberadaan formasi tersebut juga memperlihatkan bahwa tugas Paskibraka bukan hanya berkaitan dengan tata upacara. Para anggota juga membawa pesan mengenai penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa, persatuan, dan kecintaan terhadap Tanah Air.

Meski demikian, bentuk formasi Paskibraka dapat disesuaikan dengan jenis upacara. Misalnya, dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, BPIP menetapkan formasi Paskibraka berbentuk lima kelompok yang mencerminkan lima sila Pancasila. Formasi 17-8-45 tetap menjadi salah satu simbol yang paling dikenal dalam tradisi pengibaran Bendera Pusaka pada peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Susunannya mengingatkan masyarakat pada 17 Agustus 1945 sekaligus menjadi bagian dari sejarah perkembangan Paskibraka di Indonesia.

Source link

Semua Berita

Tragedi Tewasnya 3 Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya: Fakta dan Fokus Investigasi

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Diserang Kelompok Bersenjata Sebuah tragedi menimpa tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang tewas setelah diserang kelompok bersenjata pada Rabu, 9 September 2026. Mereka tengah dalam perjalanan untuk menyalurkan bantuan ternak kepada...

Spesifikasi KRI Gajah Mada: Kapal Induk Baru TNI AL dari Italia

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Akan Menjadi KRI Gajah Mada Jakarta - Kapal induk Giuseppe Garibaldi mulai berlayar dari Italia menuju Indonesia dan dijadwalkan menjadi kapal induk pertama yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Kapal tersebut diperkirakan akan tiba di Indonesia sekitar...

Panduan lengkap IKD dan cara membuatnya

Apa Itu Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan Bagaimana Cara Membuatnya? Identitas Kependudukan Digital atau IKD telah menjadi bagian penting dari transformasi administrasi kependudukan di Indonesia. Layanan ini memungkinkan akses identitas kependudukan secara digital melalui telepon seluler. Berikut penjelasan lebih lanjut...

Kategori Berita