SMP Negeri 9 Rupat Jalin Kerjasama Strategis dengan Tiga Lembaga Penting
Sebuah momentum strategis digelar di SMP Negeri 9 Rupat dalam rangka memperingati HUT yang ke IX. Acara ini tak hanya sekedar perayaan, namun juga menjadi momen penting untuk memperkuat hubungan sinergis dengan berbagai unsur masyarakat. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan antara SMPN 9 Rupat dengan Polsek Rupat, Puskesmas Pancur Jaya, dan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Desa Makeruh pada hari Selasa (11/08/2026).
Sinergi yang Membangun Ekosistem Pendidikan
Kerja sama ketiga lembaga ini menjadi langkah strategis bagi SMP Negeri 9 Rupat dalam memperkuat ekosistem pendidikan yang melibatkan berbagai pihak. Lebih dari sekadar tempat pembelajaran, sekolah ini juga ingin menjadi wadah yang mendorong pembentukan karakter, kesadaran kesehatan, lingkungan yang aman, serta penanaman nilai-nilai budaya pada para siswa.
Dalam kata sambutannya, Kepala SMP Negeri 9 Rupat, Norman, S.Pd., menegaskan bahwa kolaborasi dengan tiga lembaga tersebut adalah bagian dari komitmen sekolah untuk memberikan layanan pendidikan yang holistik kepada para siswa. Ada keyakinan bahwa pendidikan tidak bisa berdiri sendiri, melainkan memerlukan dukungan dari berbagai pihak.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Dari pihak Polsek Rupat, Bripka Irham menyatakan kesiapan untuk mendukung MoU tersebut dalam hal pembinaan peserta didik melalui edukasi dan kegiatan preventif. Sedangkan dari Puskesmas Pancur Jaya, Bidan Dedes Susila menaruh harapan bahwa kerja sama ini dapat memperkuat perhatian terhadap kesehatan siswa.
Ketua LAMR Desa Makeruh, Marlis, S.Hum, juga memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Dia memandang bahwa melalui keterlibatan lembaga adat, peserta didik akan semakin menghargai dan melestarikan budaya Melayu sebagai bagian dari identitas lokal.
Kehadiran berbagai pihak dalam acara penandatanganan MoU tersebut menegaskan adanya dukungan bersama terhadap perkembangan SMP Negeri 9 Rupat. Dengan kerja sama yang solid antara sekolah, kepolisian, tenaga kesehatan, lembaga adat, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan akan tercipta lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung perkembangan peserta didik.
Sebagai kesimpulan, kerja sama ini menjadi pondasi untuk membangun masa depan pendidikan yang lebih baik dengan menitikberatkan pada pembentukan generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, sehat jasmani dan rohani, taat hukum, serta tetap mencintai serta melestarikan budaya dan kearifan lokal.

