Kemenpar Evakuasi Tamu Hotel dan Wisatawan Pasca Gempa NTT di Labuan Bajo
Pasca gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Mbay – Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kementerian Pariwisata (Kemenpar) segera bertindak cepat untuk evakuasi seluruh tamu hotel di Labuan Bajo dan menyelamatkan 986 wisatawan yang terjebak di Pulau Padar. Langkah tanggap ini diambil dalam upaya penanganan darurat setelah gempa mengguncang kawasan tersebut pada Sabtu pagi.
Evakuasi 986 Wisatawan yang Tertahan di Pulau Padar
Menurut keterangan resmi Kementerian Pariwisata, evakuasi dilakukan terhadap 986 wisatawan yang sebelumnya terjebak akibat penutupan sementara pelayaran. Mereka telah tiba dengan selamat kembali di Labuan Bajo setelah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo membuka kembali jalur pelayaran. Tindakan tersebut diambil sebagai langkah preventif mengingat potensi gempa susulan yang sering terjadi setelah gempa utama.
Guncangan susulan setelah gempa utama terjadi hingga ke kawasan Labuan Bajo dengan magnitudo beragam, antara lain 6,2, 4,5, dan 5,6. Hal ini menunjukkan potensi bahaya gempa bumi di wilayah tersebut, sehingga perlunya evakuasi secepat mungkin untuk melindungi keselamatan wisatawan dan masyarakat sekitar.
Prioritas Keselamatan Wisatawan
Keselamatan wisatawan merupakan prioritas utama dalam penanganan bencana di kawasan destinasi super prioritas Floratama, yang meliputi Flores, Alor, Lembata, dan Bima. Langkah-langkah evakuasi dan penanggulangan bencana harus dilakukan dengan cepat dan tepat guna mengurangi potensi kerugian jiwa dan harta benda akibat bencana alam.

