Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.

Paseban Foundation Tunjukkan Kemajuan...

Paseban Foundation menunjukkan kemajuan nyata dalam pemulihan bentang alam dan perlindungan keanekaragaman hayati.
HomeBeritaPigai Mendorong Masyarakat...

Pigai Mendorong Masyarakat Papua Tuntut Keadilan dan Hak

Menteri Natalius Pigai: Masyarakat Papua Boleh Tuntut Kesejahteraan dan Keadilan

Pada kunjungan kerja di DPRD Papua Tengah, Nabire, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, menegaskan bahwa masyarakat Papua memiliki hak untuk menuntut kesejahteraan, keadilan, dan hak-haknya. Namun, Pigai menekankan bahwa tuntutan tersebut harus dilakukan dengan caranya yang sesuai dengan hukum dan konstitusi.

Lindungi Hak dan Perjuangan dengan Cara Benar

Pigai menekankan bahwa menyampaikan aspirasi dan perjuangan terhadap berbagai persoalan masyarakat tetap diperbolehkan asalkan dilakukan melalui jalur yang sah. Ia menegaskan bahwa menyatakan tuntutan untuk memisahkan Papua dari NKRI tidak diperbolehkan. Namun, tuntutan untuk kesejahteraan, keadilan, makmur, dan kehidupan yang sehat merupakan bagian dari amanat konstitusi yang harus diperjuangkan.

Masyarakat Papua tidak perlu takut untuk menyampaikan persoalan ketidakadilan selama hal tersebut dilakukan dengan dasar hukum dan melalui mekanisme yang sah.

Advokasi Berbasis Bukti untuk Keadilan

Pigai mendorong masyarakat dan anggota legislatif Papua Tengah untuk mengutamakan advokasi berbasis bukti dengan mengumpulkan fakta, data, informasi, dan dokumentasi mengenai persoalan yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, pengaduan yang disertai bukti dapat diproses melalui mekanisme hukum hingga menghasilkan keputusan pengadilan yang mengikat.

Pigai juga menilai pentingnya menghadirkan institusi penegak hukum yang lebih dekat dengan masyarakat di wilayah konflik. Usulan pembentukan kejaksaan untuk melayani wilayah Paniai, Puncak Jaya, Mulia, dan sekitarnya telah diterimanya. Namun, keberadaan lembaga penegak hukum harus didukung dengan kehadiran masyarakat sipil dan advokat yang dapat mendampingi warga dalam memperjuangkan hak-hak mereka.

Masyarakat dan penegak hukum harus bekerja sama untuk mencapai keadilan dan kesejahteraan bagi semua pihak tanpa harus melanggar konstitusi.

Source link

Semua Berita

17 Penerbangan Batal Akibat Kabut Asap, Bandara Supadio Kembali Normal

Bandara Supadio Kembali Normal Setelah Karhutla Sabtu, 5 September 2026 - 10:45 WIB Bandara Supadio Kembali Normal Pasca Gangguan Karhutla Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat, akhirnya mulai kembali normal setelah sebelumnya terganggu oleh kabut asap akibat kebakaran...

Ancaman Pandemi Baru: Uji Skenario Vaksin 100 Hari

Indonesia Siap Hadapi Potensi Pandemi Baru dengan Strategi Vaksin dalam 100 Hari Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan strategi untuk menghadapi kemungkinan munculnya pandemi baru di masa depan. Fokus utamanya adalah mempercepat pengembangan vaksin agar dapat diproduksi dalam skala besar hanya dalam...

Gus Alex Bongkar Suap Anggota Panja DPR Rp1.500!

Geger: Gus Alex Ungkap Beri 24 Anggota Panja DPR 1.500 Riyal per Orang karena Diminta Uang Oleh-Oleh Persidangan kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023-2024 semakin memanas dengan pengungkapan fakta mengejutkan. Terdakwa Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex mengungkap bahwa...

Kategori Berita