Jelajahi Kebudayaan Sumatera Barat dengan Koleksi Terbaru dari SASKARA
SASKARA Hadirkan Bungo Ameh untuk Memperingati HUT ke-81 RI
Menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia, brand lokal SASKARA kembali menghadirkan koleksi terbarunya yang memukau, yaitu Bungo Ameh. Nama ini berasal dari bahasa Minang yang berarti “Bunga Emas,” mencerminkan keindahan serta kemuliaan kebudayaan Ranah Minang dari Sumatera Barat.
Desain koleksi Bungo Ameh dibuat oleh Andya Kartika, konseptor sekaligus desainer SASKARA. Ia terinspirasi oleh Mahkota Suntiang dan motif kain Songket khas daerah tersebut. Kedua elemen ini digabungkan untuk menciptakan koleksi yang tak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat akan makna budaya.
Sentuhan Tradisional dalam Perlengkapan Ibadah yang Modern
Ornamen bunga berkilauan dari mahkota suntiang dan motif songket yang kaya akan makna dihadirkan dalam koleksi Bungo Ameh, baik untuk perlengkapan ibadah pria maupun wanita. Seni tenun khas Sumatera Barat ini turut memperkaya nilai estetika perlengkapan ibadah dengan nuansa tradisional yang kental.
Koleksi ini juga menggambarkan falsafah hidup masyarakat Minangkabau, “Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah,” yang menekankan harmoni antara adat istiadat lokal dan ajaran Islam. Dalam setiap produknya, SASKARA berusaha menyatukan nilai-nilai ini sebagai bentuk penghormatan dan dedikasi kepada Sang Khalik.
Bungo Ameh hadir dalam enam pilihan warna yang memikat, dengan berbagai produk seperti mukena, sajadah, hijab, dan sarung. Bahan satin silk yang digunakan untuk mukena memberikan sentuhan kemewahan dan kenyamanan bagi penggunanya. Setiap produk didesain dengan ukuran yang kompak untuk kemudahan saat dibawa bepergian.
Sejak berdiri pada tahun 2018, SASKARA telah konsisten dalam mengangkat kekayaan budaya dan keindahan alam Nusantara melalui koleksi-koleksi bertema regional. Bungo Ameh adalah salah satu contoh nyata dari komitmen brand ini dalam mengangkat dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.

