Menteri Kesehatan Siapkan Ambulans Udara untuk Daerah Terisolasi
Jakarta, VIVA – Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, telah menyiapkan enam helikopter untuk berfungsi sebagai ambulans udara guna membantu para pasien, terutama dalam kondisi gawat darurat, di daerah-daerah yang terisolasi. Keberadaan ambulans udara ini diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien yang membutuhkan perawatan cepat, seperti korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menderita patah tulang.
Langkah Konkret Kementerian Kesehatan
Menteri Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya koordinasi antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan Basarnas, Kapolri, dan TNI dalam memobilisasi dokter dan pasien ke rumah sakit. Dengan adanya ambulans udara, proses evakuasi dan penanganan medis dapat dilakukan dengan cepat. Selain itu, Kemenkes juga membangun dua rumah sakit mobile di NTT yang mampu melakukan tindakan operasi secara langsung.
“Ambulans udara akan dioperasikan saat terjadi keadaan gawat darurat medis, terutama di daerah-daerah terpencil dan sulit dijangkau. Lokasi-lokasi yang memerlukan layanan darurat kesehatan dan jauh dari rumah sakit akan menjadi prioritas utama penggunaan ambulans udara ini,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Tanggap Darurat di NTT
Dalam konteks penanganan gempa bumi di NTT, Basarnas telah mengerahkan 40 tenaga medis tambahan dari Kodam IX/Udayana bersama relawan untuk mendukung layanan kesehatan bagi korban bencana tersebut. Penempatan tenaga medis di daerah terdampak gempa diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi dan penanganan korban medis.
Dengan langkah-langkah konkret yang diambil oleh Kementerian Kesehatan dan instansi terkait, diharapkan akses layanan kesehatan dapat lebih mudah dijangkau, terutama bagi masyarakat di daerah terisolasi dan terpencil.

