Pusat Data dan Sistem...

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.
HomeBerita6 Helikopter Ambulans...

6 Helikopter Ambulans Udara Siap Menjangkau Daerah Terisolasi

Menteri Kesehatan Siapkan Ambulans Udara untuk Daerah Terisolasi

Jakarta, VIVA – Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, telah menyiapkan enam helikopter untuk berfungsi sebagai ambulans udara guna membantu para pasien, terutama dalam kondisi gawat darurat, di daerah-daerah yang terisolasi. Keberadaan ambulans udara ini diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien yang membutuhkan perawatan cepat, seperti korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menderita patah tulang.

Langkah Konkret Kementerian Kesehatan

Menteri Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya koordinasi antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan Basarnas, Kapolri, dan TNI dalam memobilisasi dokter dan pasien ke rumah sakit. Dengan adanya ambulans udara, proses evakuasi dan penanganan medis dapat dilakukan dengan cepat. Selain itu, Kemenkes juga membangun dua rumah sakit mobile di NTT yang mampu melakukan tindakan operasi secara langsung.

“Ambulans udara akan dioperasikan saat terjadi keadaan gawat darurat medis, terutama di daerah-daerah terpencil dan sulit dijangkau. Lokasi-lokasi yang memerlukan layanan darurat kesehatan dan jauh dari rumah sakit akan menjadi prioritas utama penggunaan ambulans udara ini,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Tanggap Darurat di NTT

Dalam konteks penanganan gempa bumi di NTT, Basarnas telah mengerahkan 40 tenaga medis tambahan dari Kodam IX/Udayana bersama relawan untuk mendukung layanan kesehatan bagi korban bencana tersebut. Penempatan tenaga medis di daerah terdampak gempa diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi dan penanganan korban medis.

Dengan langkah-langkah konkret yang diambil oleh Kementerian Kesehatan dan instansi terkait, diharapkan akses layanan kesehatan dapat lebih mudah dijangkau, terutama bagi masyarakat di daerah terisolasi dan terpencil.

Source link

Semua Berita

Pengedar Ganja Ditangkap di Biak Papua, Polisi Sita 1 Kg

Dua Pengedar Ganja Ditangkap di Pelabuhan Biak dengan 1 Kg Barang Bukti Pada Sabtu, 12 September 2026, Kapolres Biak Numfor AKBP Arjuna Wijaya mengumumkan penangkapan dua orang yang diduga sebagai penyelundup dan pengedar ganja di Pelabuhan Biak. Kedua tersangka tersebut...

Pusat Data dan Sistem Pembayaran Kini Menjadi Bagian dari Ketahanan Pertahanan

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Wapres Gibran Minta Maaf: Jenguk Korban Keracunan MBG Karo

Wapres Gibran Raka Jenguk Siswa Korban Keracunan MBG di Karo Wapres Gibran Raka Jenguk Korban Keracunan MBG di Karo, Sumatra Utara Pada Jumat, 11 September 2026, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengunjungi siswa yang menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis...

Kategori Berita