Legislator PDI Perjuangan Soroti Penanganan Karhutla di Kalimantan
Jakarta, VIVA – Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Shanty Alda Nathalia, menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan. Lebih dari sekadar pemadaman api, penanganan karhutla juga perlu memperhatikan pemantauan kualitas lingkungan dan langkah pemulihan pasca kebakaran, menurut pandangannya.
Kondisi Darurat Karhutla di Kalimantan
Dampak serius karhutla, terutama saat terjadi di kondisi cuaca kering, menjadi perhatian utama Shanty Alda Nathalia. Situasi ini berpotensi mengganggu kualitas udara, tanah, dan air, serta ekosistem di wilayah yang terdampak. Sebagai anggota DPR RI yang peduli terhadap lingkungan, Shanty mendesak perlunya perhatian serius terhadap dampak karhutla tersebut.
Fokus Pemantauan dan Pemulihan Lingkungan
Dalam kapasitasnya sebagai anggota Komisi XII DPR RI, Shanty mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah IX yang meliputi Kabupaten Tegal, Kota Tegal, dan Kabupaten Brebes. Isu lingkungan menjadi bagian penting dari fungsi pengawasan yang dijalankannya. Bahkan selama kegiatan reses di Kabupaten Tegal pada Agustus 2026, Shanty memberikan bantuan motor sampah untuk mendukung pengelolaan sampah dan memberikan kesadaran lingkungan kepada masyarakat.
Penanganan karhutla, menurut Shanty, harus bersifat holistik, termasuk memastikan masyarakat di wilayah terdampak mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi lingkungan. Pemantauan kualitas udara dan sebaran asap pun menjadi kunci penting dalam membantu masyarakat memahami dan mengantisipasi dampak karhutla terhadap kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Lebih dari itu, Shanty mendorong perlunya evaluasi terhadap kerusakan lingkungan setelah karhutla berhasil dipadamkan. Respons yang cepat dan tepat, pemantauan aktif, serta langkah pemulihan yang terencana menjadi kunci dalam penanggulangan karhutla di Kalimantan demi menjaga keseimbangan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat.

