Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.

Paseban Foundation Tunjukkan Kemajuan...

Paseban Foundation menunjukkan kemajuan nyata dalam pemulihan bentang alam dan perlindungan keanekaragaman hayati.
HomeBeritaKisah Warek Unsoed...

Kisah Warek Unsoed dan Ortu Maba: Upaya Rp650 Juta demi Masuk FK

KPK Ungkap Dugaan Pemerasan Wakil Rektor Unsoed Terkait Penerimaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 22 Agustus 2026 – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengungkap dugaan kasus pemerasan yang melibatkan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Prof. Norman Arie Prayogo. Kasus ini terkait dengan penerimaan mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran (FK) Unsoed.

Modus Operandi Pemerasan

Norman Arief diduga melakukan pemerasan terhadap orang tua calon mahasiswa baru dengan meminta sejumlah uang hingga Rp650 juta agar anak-anak mereka diterima di FK. Dugaan pemerasan ini dilakukan melalui dua perantara, yakni DMW dan AW, yang merupakan pihak swasta.

Melalui konferensi pers, Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein mengungkapkan bahwa kedua perantara tersebut meminta uang sejumlah tersebut kepada orang tua calon mahasiswa baru FK Unsoed. Meskipun permintaan tersebut terpenuhi, namun anak-anak mereka tetap tidak diterima sebagai mahasiswa baru di FK Unsoed.

Skema Pengembalian Uang

Atas permintaan pengembalian uang dari orang tua calon mahasiswa, Norman meminjam uang dari pihak swasta dengan sepengetahuan Rektor Unsoed, Prof. Akhmad Sodiq. Norman dan perantara kemudian menjanjikan pengembalian uang tersebut melalui pencairan tiga paket proyek di Unsoed, yaitu pengadaan kanopi, renovasi kantin, dan pengecatan gedung, yang dikerjakan oleh perusahaan milik pihak swasta.

Diduga pemerasan terjadi karena adanya relasi kuasa antara pihak Rektorat Unsoed dengan orang tua calon mahasiswa baru. Sistem penerimaan mahasiswa baru yang hanya dipegang oleh pihak Rektorat juga memicu penyalahgunaan kewenangan.

Menurut KPK, orang tua calon mahasiswa baru tidak berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan anak-anak mereka diterima sebagai mahasiswa Unsoed, sehingga hal ini dianggap sebagai pemerasan karena tidak ada upaya yang sebanding dengan sistem penerimaan yang ada.

Source link

Semua Berita

17 Penerbangan Batal Akibat Kabut Asap, Bandara Supadio Kembali Normal

Bandara Supadio Kembali Normal Setelah Karhutla Sabtu, 5 September 2026 - 10:45 WIB Bandara Supadio Kembali Normal Pasca Gangguan Karhutla Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat, akhirnya mulai kembali normal setelah sebelumnya terganggu oleh kabut asap akibat kebakaran...

Ancaman Pandemi Baru: Uji Skenario Vaksin 100 Hari

Indonesia Siap Hadapi Potensi Pandemi Baru dengan Strategi Vaksin dalam 100 Hari Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan strategi untuk menghadapi kemungkinan munculnya pandemi baru di masa depan. Fokus utamanya adalah mempercepat pengembangan vaksin agar dapat diproduksi dalam skala besar hanya dalam...

Gus Alex Bongkar Suap Anggota Panja DPR Rp1.500!

Geger: Gus Alex Ungkap Beri 24 Anggota Panja DPR 1.500 Riyal per Orang karena Diminta Uang Oleh-Oleh Persidangan kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023-2024 semakin memanas dengan pengungkapan fakta mengejutkan. Terdakwa Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex mengungkap bahwa...

Kategori Berita