Berbagai Langkah Kemendikdasmen dalam Menghadapi Karhutla di Kalimantan
Pemerintah Indonesia terus berupaya mengatasi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Pulau Kalimantan. Salah satunya adalah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang mengambil langkah-langkah untuk memastikan proses pembelajaran tetap berjalan demi keamanan dan hak belajar murid.
Skenario Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Beberapa Daerah Terdampak
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) per 11 Agustus 2026, bencana Karhutla memberikan dampak yang signifikan. Sejumlah daerah telah menerapkan skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan melibatkan ribuan satuan pendidikan dan ratusan ribu murid di Kalimantan.
Tiga Prinsip Utama Kemendikdasmen dalam Menangani Karhutla
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menekankan tiga prinsip utama yang dipegang oleh Kemendikdasmen dalam menangani Karhutla. Pertama, adalah keselamatan warga sekolah sebagai prioritas utama. Kedua, hak belajar murid harus tetap berjalan meskipun dalam situasi darurat. Terakhir, proses pemulihan pascabencana harus direncanakan sejak awal untuk memastikan kelancaran proses pembelajaran.
Mendikdasmen juga mendorong seluruh pihak di sekolah untuk menjaga proses PJJ berjalan dengan baik. Kepala sekolah, pengawas, pembina, dan penilik memiliki peran penting dalam memastikan kelancaran pembelajaran jarak jauh demi mengatasi kabut asap akibat Karhutla.
Selain itu, beberapa kabupaten dan kota telah menetapkan langkah-langkah konkret dalam menghadapi Karhutla dengan memberlakukan PJJ dan tetap menjalankan tugas pendidik dan tenaga kependidikan sesuai protokol yang ditetapkan.

