Prabowo Tutup 290 BUMN, Targetkan Hemat Rp100 Triliun
Presiden RI Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat untuk merampingkan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Beliau menyatakan bahwa pemerintah telah menutup 290 BUMN yang dinilai tidak memberikan keuntungan dan bahkan membuat perusahaan merugi.
Langkah Tegas Prabowo
Prabowo mengungkapkan kebijakan penutupan BUMN tersebut dalam sambutannya saat penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur. Dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun pemerintahannya, sudah 290 BUMN ditutup, menghasilkan penghematan sebesar Rp50 triliun.
Target Penutupan BUMN
Prabowo menegaskan bahwa program penutupan BUMN akan terus berlanjut hingga akhir tahun. Targetnya adalah menutup paling sedikit 700 BUMN hingga akhir Desember 2026. Dengan demikian, diprediksi hanya akan tersisa sekitar 200-250 BUMN yang beroperasi.
Prabowo optimistis bahwa dengan mencapai target tersebut, pemerintah bisa menghemat sekitar Rp100 triliun dari berbagai biaya rutin yang selama ini menjadi beban perusahaan negara, termasuk gaji direksi dan komisaris.
Lebih lanjut, Prabowo menjawab kritikan terkait ‘kabinet gemuk’ dalam pemerintahannya. Dia merujuk pada Timor Leste yang memiliki 28 menteri sebagai perbandingan terkait efisiensi pemerintahan.

