Pusat Data dan Sistem...

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.
HomeBeritaGempa M 5,5...

Gempa M 5,5 Guncang Halmahera Tengah: 15 Rumah dan Fasilitas Kesehatan Rusak

Gempa M 5,5 Guncang Halmahera Tengah, 15 Rumah dan Fasilitas Kesehatan Rusak

Pada Rabu, 2 September 2026, sebuah gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 5,5 mengguncang Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Gempa ini telah menimbulkan kerusakan pada sejumlah bangunan di wilayah tersebut. Menurut informasi yang diungkapkan oleh Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (BNPB), Berton S.P. Panjaitan, setidaknya 15 rumah warga dan satu fasilitas kesehatan dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat gempa ini.

Dampak Gempa dan Tindakan Penanggulangan

Berdasarkan hasil kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Tengah, sekitar 15 kepala keluarga turut terdampak akibat gempa yang terjadi pada Selasa, 1 September 2026. Meskipun demikian, data kerusakan tersebut masih bersifat sementara dan BPBD masih melakukan verifikasi lebih lanjut di lapangan.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD juga telah dikerahkan untuk melakukan asesmen terhadap dampak gempa sekaligus memantau situasi di lapangan. Koordinasi antara pemerintah kecamatan dan kepala desa di Patani serta Patani Utara juga terus dilakukan untuk memastikan penanganan yang baik terhadap dampak gempa ini.

Hingga saat ini, kondisi masyarakat masih terus dipantau di lapangan. Masyarakat diminta tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Selain itu, warga juga diimbau untuk tidak kembali ke rumah yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Gempa berpusat di laut dengan jarak sekitar 65 kilometer tenggara Halmahera Tengah, 84 kilometer tenggara Maba, dan 116 kilometer tenggara Weda. Meskipun guncangannya dirasakan lemah hingga sedang, berdasarkan informasi yang tersedia, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

BNPB juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk terus mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah terkait perkembangan situasi pasca gempa ini.

Source link

Semua Berita

Pengedar Ganja Ditangkap di Biak Papua, Polisi Sita 1 Kg

Dua Pengedar Ganja Ditangkap di Pelabuhan Biak dengan 1 Kg Barang Bukti Pada Sabtu, 12 September 2026, Kapolres Biak Numfor AKBP Arjuna Wijaya mengumumkan penangkapan dua orang yang diduga sebagai penyelundup dan pengedar ganja di Pelabuhan Biak. Kedua tersangka tersebut...

Pusat Data dan Sistem Pembayaran Kini Menjadi Bagian dari Ketahanan Pertahanan

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Wapres Gibran Minta Maaf: Jenguk Korban Keracunan MBG Karo

Wapres Gibran Raka Jenguk Siswa Korban Keracunan MBG di Karo Wapres Gibran Raka Jenguk Korban Keracunan MBG di Karo, Sumatra Utara Pada Jumat, 11 September 2026, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengunjungi siswa yang menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis...

Kategori Berita