Pusat Data dan Sistem...

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.
HomeGaya HidupOne Health: Penguatan...

One Health: Penguatan Deteksi Dini Risiko Kesehatan

Sampurna, Orangutan Korban Asap Karhutla di Ketapang: Peringatan Penting bagi Kesehatan Lingkungan

Keberadaan Sampurna, seekor orangutan jantan dewasa yang menjadi korban asap karhutla di Ketapang, Kalimantan Barat, memberikan peringatan penting bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan tidak hanya dirasakan oleh satwa liar, tetapi juga manusia yang tinggal di sekitarnya.

Orangutan sebagai Penanda Awal Ancaman

Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Barat V, drh. Mirjawal, M.M., menyatakan bahwa kematian Sampurna seharusnya dijadikan sebagai penanda awal atau sentinel terhadap ancaman terhadap kesehatan lingkungan. Paru-paru orangutan dan manusia sama-sama terpapar oleh asap yang berbahaya, sehingga kondisi kesehatan satwa liar seperti orangutan dapat menjadi indikator awal bagi risiko yang dihadapi manusia.

Sampurna ditemukan lemas dan tidak sadar di perkebunan sawit di Ketapang pada 30 Agustus 2026. Meskipun upaya penyelamatan dilakukan oleh BKSDA Kalimantan Barat dan Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI), namun kondisi kesehatan Sampurna terus memburuk hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada 1 September 2026.

Hasil Nekropsi Mengungkap Dampak Asap Karhutla

Hasil nekropsi yang dilakukan terhadap Sampurna menunjukkan adanya perubahan pada beberapa organ tubuhnya, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal. Gangguan paru-paru yang diduga disebabkan oleh paparan asap karhutla menyebabkan tubuh Sampurna mengalami kekurangan oksigen akut yang akhirnya berujung pada kematiannya.

Kejadian ini seharusnya menjadi pemicu bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap isu karhutla dan dampaknya terhadap lingkungan serta kesehatan manusia. Semua pihak perlu bersatu untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.

Sumber: Sindonews

Source link

Semua Berita

Arya Wedakarna Balas Billy, Singgung Turis Lokal Suka Nawar

Polemik antara anggota DPD RI Arya Wedakarna (AWK) dan Billy Syahputra mengenai pelayanan wisatawan di Bali kembali memanas. Dalam video wawancara yang beredar, Arya menyinggung perilaku wisatawan lokal ketika menggunakan jasa pariwisata, termasuk kebiasaan menawar harga dan memberikan tip...

Hospital Expo 2026 Pamerkan AI dan Robotik Kesehatan

Pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dan robotik menjadi salah satu fokus utama Indonesia International Hospital Expo 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, pada 7–10 Oktober 2026. Teknologi yang ditampilkan mencakup perangkat untuk membantu mendeteksi risiko penyakit, mendukung keputusan...

**Kurang Gerak Picu Cedera, Cegah dengan Jalan Kaki 7.000 Langkah**

Kurang bergerak bukan sekadar membuat tubuh terasa kaku setelah seharian duduk. Kebiasaan tersebut juga disebut dapat meningkatkan kerentanan terhadap cedera dan keluhan fisik yang pada akhirnya membuat seseorang membutuhkan fisioterapi. Chief Physiotherapist Physiorehab, Simon Tri Prasetyo, mengatakan cedera yang ditangani...

Kategori Berita