Bupati Kuningan Bicara tentang Karhutla di Taman Nasional Gunung Ciremai
Pada hari Kamis, 10 September 2026, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengungkapkan bahwa luas kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diperkirakan mencapai 40 hektare.
Menurut Dian, sebagian titik api telah berhasil dipadamkan pada siang hari, namun petugas terus melakukan pemantauan dan pendinginan untuk mencegah kebakaran kembali muncul. Ia menyebut bahwa karhutla pertama kali terdeteksi di Blok Cileutik pada Senin, 7 September 2026, sebelum api merambat ke sejumlah titik lain di kawasan hutan TNGC.
Situasi Terkini di Lokasi Karhutla
Dian turun langsung meninjau lokasi karhutla untuk memastikan penanganan tim gabungan berjalan maksimal. Meskipun sebagian titik api sudah padam, kondisi di lapangan belum sepenuhnya aman. Terdapat lokasi yang masih mengeluarkan asap dan diduga menyimpan bara api.
Kendala dalam pemadaman karhutla di kawasan TNGC termasuk angin kencang, medan terjal dan berbatu, cuaca panas, perubahan arah angin, serta keterbatasan sumber air. Vegetasi yang mengering akibat kemarau panjang juga mempercepat penyebaran api, sehingga pemadaman dilakukan secara manual dengan peralatan yang tersedia.
Bantuan dan Pemantauan
Berdasarkan hasil pemantauan BPBD bersama tim gabungan, titik api tidak terlihat dan masih dilakukan penyekatan serta pendinginan hingga pukul 20.00 WIB. Diharapkan situasi karhutla di Taman Nasional Gunung Ciremai segera terkendali demi menjaga kelestarian lingkungan dan flora serta fauna yang ada di dalamnya.

