Temuan dua jenazah di lokasi berbeda belum menjawab nasib lima jurnalis dan tiga warga yang hilang di perairan Selat Sunda. Polisi memastikan jenazah yang ditemukan di sekitar muara Kali Terate, Kramatwatu, Serang, Banten, bukan bagian dari rombongan kapal cepat Arupadatu 1. Sementara itu, identitas jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, masih menunggu hasil pemeriksaan DNA.
Jenazah di Kali Terate Dipastikan Bukan Rombongan Arupadatu 1
Jenazah pertama ditemukan warga di sekitar muara Kali Terate pada Sabtu, 12 September 2026. Setelah menjalani pemeriksaan dan pencocokan data primer, polisi memastikan jenazah tersebut tidak berkaitan dengan delapan orang yang masih dicari oleh Tim SAR.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Banten Komisaris Besar Polisi Maruli Ahiles Hutapea mengatakan kepastian itu diperoleh dari hasil pemeriksaan terhadap jenazah. Polisi juga mencocokkan data primer yang tersedia dengan informasi mengenai lima jurnalis dan tiga warga yang hilang kontak dari kapal cepat Arupadatu 1.
“Untuk jenazah yang ditemukan di sekitar muara Sungai Kali Terate, Kramatwatu, berdasarkan data primer yang kami peroleh dan hasil pemeriksaan, dipastikan bukan merupakan salah satu dari teman-teman yang hilang kontak dari kapal speed boat Arupadatu,” ujar Maruli, dikutip Selasa, 15 September 2026.
Identitas Jenazah di Enggano Masih Menunggu DNA
Berbeda dengan temuan di Kali Terate, polisi belum dapat memastikan apakah jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano berkaitan dengan rombongan yang hilang. Jenazah tersebut telah dievakuasi menggunakan pesawat menuju Polda Bengkulu dan menjalani autopsi pada Senin, 14 September 2026.
Berdasarkan koordinasi dengan Polda Bengkulu, jenazah itu berjenis kelamin laki-laki, memiliki tinggi sekitar 165 sentimeter, dan diperkirakan berusia lebih dari 50 tahun. Namun, kondisi wajah yang mengalami kerusakan membuat identifikasi secara langsung belum bisa dilakukan.
“Untuk jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, sudah dievakuasi ke Polda Bengkulu dan hari ini telah dilakukan autopsi. Kami masih menunggu hasil pencocokan DNA dengan sampel keluarga dari teman-teman yang hilang kontak,” kata Maruli.
Polisi meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan identitas jenazah di Enggano. Polda Banten masih menunggu hasil pemeriksaan serta pencocokan DNA dengan sampel keluarga para korban. Hasil tersebut akan disampaikan secara resmi setelah diterima dan dipastikan.
“Kami mohon waktu untuk menunggu hasil pemeriksaan dan pencocokan DNA dari Polda Bengkulu. Setelah hasilnya keluar, tentunya akan kami sampaikan secara resmi kepada masyarakat dan rekan-rekan media,” tutur Maruli.
Di tengah proses identifikasi jenazah tersebut, operasi pencarian terhadap delapan orang yang hilang di perairan Selat Sunda masih terus berlangsung. Hingga kini, temuan di Kali Terate telah dinyatakan tidak berkaitan dengan rombongan Arupadatu 1, sedangkan hasil pemeriksaan DNA jenazah dari Enggano masih menjadi penentu identitasnya.

