Jennifer Coppen mengungkapkan bahwa pernikahannya dengan pesepak bola Justin Hubner dijalani dengan pola long distance marriage (LDM). Keduanya kini harus tinggal terpisah benua karena Justin masih berkarier sepak bola di Belanda.
Status sebagai pengantin baru tidak membuat Jennifer menuntut agar mereka selalu bersama. Aktris berusia 25 tahun itu mengaku dapat menerima kondisi tersebut, bahkan merasa hubungan jarak jauh memberi ruang yang sesuai dengan dirinya.
Jennifer Tidak Suka Terlalu Menempel
Jennifer mengatakan, perpisahan dengan suami memang sempat membuatnya sedih. Namun, ia menyebut dirinya bukan tipe pasangan yang ingin menghabiskan waktu bersama setiap hari. Karena itu, LDM tidak sepenuhnya dipandang sebagai beban dalam rumah tangga mereka.
“Sedih sih ya, tapi aku malah suka, karena aku tipe orang yang malah nggak suka kalau tiap hari bareng terus,” ungkap Jennifer Coppen saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Jennifer ketika menceritakan kehidupan rumah tangganya bersama Justin. Bagi ibu satu anak itu, jarak bukan selalu berarti persoalan selama masing-masing memahami situasi yang sedang dijalani.
Jarak Dinilai Memberi Ruang dalam Hubungan
Jennifer menilai kesibukan dan beban kerja yang dimiliki masing-masing pihak dapat menjadi sumber perselisihan apabila pasangan dipaksakan untuk selalu bertemu. Dalam kondisi seperti itu, waktu terpisah justru memberikan ruang bagi mereka untuk menjalani aktivitas masing-masing.
Menurut Jennifer, pola hubungan tersebut juga membuat pertemuan tidak berlangsung secara berlebihan. Ia menyebut adanya jarak dapat menghadirkan waktu untuk saling merindukan, alih-alih membuat pasangan terus-menerus berada dalam situasi yang berpotensi memicu konflik.
Dengan Justin yang berkarier di Belanda, pasangan ini harus menyesuaikan kehidupan pernikahan mereka dengan jarak geografis dan kesibukan masing-masing. Meski demikian, Jennifer menegaskan bahwa ia tidak keberatan menjalani rumah tangga dalam kondisi LDM tersebut.

