Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta dokter pribadinya memeriksa pengungsi yang mengalami gangguan kesehatan setelah banjir bandang menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Perintah itu disampaikan saat Gibran mengunjungi Posko Pengungsi Balai Pemuda Kayu Aro, Kecamatan Gunung Talang, pada Jumat.
Dalam kunjungan tersebut, Gibran mendapati sejumlah pengungsi belum memperoleh pemeriksaan medis. Dokter pribadi yang mendampinginya kemudian diminta memberikan penanganan awal kepada warga yang membutuhkan, termasuk mereka yang mengalami luka saat menyelamatkan diri dari banjir.
Pengungsi terluka dirujuk ke RSUD Arosuka
Salah satu pengungsi yang ditemui Gibran ialah Yulna Yenita, 55 tahun. Kaki Yulna terluka setelah tertusuk paku ketika banjir bandang terjadi. Gibran menanyakan kondisi luka tersebut dan memastikan apakah Yulna sudah mendapatkan pemeriksaan.
“Jadi, ibu yang ada kemarin nginjak paku? Sudah diperiksakan?” tanya Gibran, sebagaimana dikutip dari siaran resmi Sekretariat Wakil Presiden.
Gibran kemudian menawarkan pemeriksaan langsung di posko. “Ibu mau periksa sekarang? Di sini ada dokter,” ujarnya.
Dokter pribadi Wakil Presiden memeriksa luka di kaki Yulna. Setelah pemeriksaan awal selesai, Yulna dirujuk ke RSUD Arosuka, Kabupaten Solok, untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
Di posko yang sama, Gibran juga berbicara dengan Oktafirnus, 43 tahun. Warga tersebut mengeluhkan sesak napas dan batuk berdarah. Ketika ditanya apakah telah memeriksakan diri ke rumah sakit, Oktafirnus mengatakan belum pernah menjalani pemeriksaan karena terbentur biaya dan persoalan kepesertaan BPJS.
“Belum pernah periksa karena tidak punya biaya dan BPJS,” kata Oktafirnus menjawab pertanyaan Gibran.
Wapres selanjutnya meminta dokter pribadinya memeriksa kondisi Oktafirnus. Ia juga berkoordinasi dengan jajaran pemerintah setempat agar kelengkapan administrasi kesehatan warga tersebut dapat dibantu. Langkah itu ditujukan supaya Oktafirnus segera memperoleh pemeriksaan dan perawatan di rumah sakit.
Kelompok rentan diminta dipantau berkala
Dalam rangkaian kunjungan kerja di Solok, Gibran meminta pemerintah daerah memberi perhatian khusus kepada kelompok rentan selama penanganan dampak bencana. Kelompok tersebut mencakup anak-anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki penyakit penyerta.
Ia menekankan bahwa pemantauan tidak boleh hanya dilakukan terhadap warga yang sudah mendatangi fasilitas kesehatan. Pengungsi yang berada di posko maupun lokasi pengungsian mandiri juga harus diperiksa secara berkala.
“Prioritaskan kelompok rentan, tidak hanya yang datang ke rumah sakit, tetapi juga yang berada di pengungsian. Pantau secara berkala, lakukan kunjungan ke posko dan pengungsian mandiri,” kata Gibran kepada jajaran pemerintah daerah.
Gibran juga meminta kebutuhan kesehatan kelompok rentan segera ditindaklanjuti, baik ketika mereka berada di fasilitas kesehatan maupun selama masih tinggal di lokasi pengungsian pada masa tanggap darurat.

