Pusat Data dan Sistem...

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.
HomeBeritaGibran Minta Dokter...

Gibran Minta Dokter Periksa Pengungsi Tertusuk Paku di Solok

Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta dokter pribadinya memeriksa pengungsi yang mengalami gangguan kesehatan setelah banjir bandang menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Perintah itu disampaikan saat Gibran mengunjungi Posko Pengungsi Balai Pemuda Kayu Aro, Kecamatan Gunung Talang, pada Jumat.

Dalam kunjungan tersebut, Gibran mendapati sejumlah pengungsi belum memperoleh pemeriksaan medis. Dokter pribadi yang mendampinginya kemudian diminta memberikan penanganan awal kepada warga yang membutuhkan, termasuk mereka yang mengalami luka saat menyelamatkan diri dari banjir.

Pengungsi terluka dirujuk ke RSUD Arosuka

Salah satu pengungsi yang ditemui Gibran ialah Yulna Yenita, 55 tahun. Kaki Yulna terluka setelah tertusuk paku ketika banjir bandang terjadi. Gibran menanyakan kondisi luka tersebut dan memastikan apakah Yulna sudah mendapatkan pemeriksaan.

“Jadi, ibu yang ada kemarin nginjak paku? Sudah diperiksakan?” tanya Gibran, sebagaimana dikutip dari siaran resmi Sekretariat Wakil Presiden.

Gibran kemudian menawarkan pemeriksaan langsung di posko. “Ibu mau periksa sekarang? Di sini ada dokter,” ujarnya.

Dokter pribadi Wakil Presiden memeriksa luka di kaki Yulna. Setelah pemeriksaan awal selesai, Yulna dirujuk ke RSUD Arosuka, Kabupaten Solok, untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Di posko yang sama, Gibran juga berbicara dengan Oktafirnus, 43 tahun. Warga tersebut mengeluhkan sesak napas dan batuk berdarah. Ketika ditanya apakah telah memeriksakan diri ke rumah sakit, Oktafirnus mengatakan belum pernah menjalani pemeriksaan karena terbentur biaya dan persoalan kepesertaan BPJS.

“Belum pernah periksa karena tidak punya biaya dan BPJS,” kata Oktafirnus menjawab pertanyaan Gibran.

Wapres selanjutnya meminta dokter pribadinya memeriksa kondisi Oktafirnus. Ia juga berkoordinasi dengan jajaran pemerintah setempat agar kelengkapan administrasi kesehatan warga tersebut dapat dibantu. Langkah itu ditujukan supaya Oktafirnus segera memperoleh pemeriksaan dan perawatan di rumah sakit.

Kelompok rentan diminta dipantau berkala

Dalam rangkaian kunjungan kerja di Solok, Gibran meminta pemerintah daerah memberi perhatian khusus kepada kelompok rentan selama penanganan dampak bencana. Kelompok tersebut mencakup anak-anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki penyakit penyerta.

Ia menekankan bahwa pemantauan tidak boleh hanya dilakukan terhadap warga yang sudah mendatangi fasilitas kesehatan. Pengungsi yang berada di posko maupun lokasi pengungsian mandiri juga harus diperiksa secara berkala.

“Prioritaskan kelompok rentan, tidak hanya yang datang ke rumah sakit, tetapi juga yang berada di pengungsian. Pantau secara berkala, lakukan kunjungan ke posko dan pengungsian mandiri,” kata Gibran kepada jajaran pemerintah daerah.

Gibran juga meminta kebutuhan kesehatan kelompok rentan segera ditindaklanjuti, baik ketika mereka berada di fasilitas kesehatan maupun selama masih tinggal di lokasi pengungsian pada masa tanggap darurat.

Source link

Semua Berita

KPK Diam-diam Tetapkan 8 Tersangka Korupsi Jalan Sumut

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan delapan tersangka baru dalam pengembangan perkara dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Sumatra Utara. Penetapan itu dilakukan pada September 2026, tetapi lembaga antirasuah belum mengungkap identitas para tersangka kepada publik. Juru Bicara KPK Budi...

Biaya Haji 2027 Rp98,4 Juta, Jemaah Bayar Rp54,6 Juta

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1448 Hijriah atau 2027 Masehi ditetapkan rata-rata sebesar Rp98.466.351,35 per jemaah. Namun, jemaah tidak menanggung seluruh biaya tersebut secara langsung karena sebagian pembiayaan berasal dari nilai manfaat pengelolaan keuangan haji. Kesepakatan itu diambil dalam rapat...

**5 Perwira Marinir Terpilih Pimpin Satuan Baru Bentukan Prabowo**

Lima perwira Korps Marinir TNI Angkatan Laut ditunjuk untuk memimpin lima satuan baru yang dibentuk setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan 204 satuan TNI dalam upacara HUT ke-81 TNI. Penunjukan itu mencakup satu Brigade Infanteri Marinir dan empat Batalyon Infanteri...

Kategori Berita