Pangeran Harry melakukan aksi terjun payung di luar Toronto untuk menepati janji kepada Ed Marshall, veteran Perang Dunia II yang kini berusia 102 tahun. Aksi tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran serta dukungan terhadap badan amal yang bergerak di bidang militer.
Marshall tidak hadir langsung dalam aksi itu. Bailey, cucunya, datang untuk mewakili sang veteran. Kehadiran Bailey menjadi bagian dari momen yang bermula dari pertemuan Harry dan Marshall di pusat layanan veteran Rumah Sakit Sunnybrook, Toronto, pada November 2025.
Berawal dari pertemuan di rumah sakit
Dalam pertemuan tersebut, Harry dan Marshall berbicara mengenai pengalaman mereka di dunia militer. Percakapan itu kemudian mengarah pada kisah yang tidak biasa dari sang veteran: Marshall pernah melakukan terjun payung untuk amal ketika berusia 100 tahun.
Cerita itu menarik perhatian Harry. Dari pembicaraan tersebut, muncul rencana agar Harry melakukan aksi serupa. Beberapa waktu kemudian, rencana itu diwujudkan melalui terjun payung yang dilakukan Harry di kawasan luar Toronto.
Aksi tersebut bukan sekadar tantangan pribadi. Harry menjadikannya sebagai sarana untuk memenuhi komitmen kepada Marshall sekaligus membawa perhatian publik pada dukungan bagi badan amal militer. Tidak ada keterangan mengenai nama badan amal yang didukung dalam laporan tersebut.
Janji kepada veteran Perang Dunia II
Marshall dikenal Harry sebagai veteran Perang Dunia II yang tetap menjalani aktivitas penggalangan dana melalui aksi yang menantang. Pengalaman terjun payung yang dilakukan Marshall saat berusia 100 tahun menjadi pemicu bagi Harry untuk mengambil tantangan yang sama.
Meski Marshall tidak berada di lokasi ketika aksi berlangsung, Bailey hadir sebagai perwakilan keluarganya. Kehadiran sang cucu memastikan janji yang berawal dari percakapan di Rumah Sakit Sunnybrook tetap terhubung dengan veteran berusia 102 tahun tersebut.
Dengan aksi itu, Harry menyelesaikan tantangan yang sebelumnya dibicarakan bersama Marshall. Pada saat yang sama, kegiatan tersebut digunakan untuk memperkuat perhatian dan dukungan terhadap badan amal militer, sesuai tujuan yang menyertai aksi terjun payung itu.

