Pusat Data dan Sistem...

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.
HomeGaya HidupBukan Tanda Lemah:...

Bukan Tanda Lemah: 4 Manfaat Menangis bagi Kesehatan Mental

Menangis kerap dianggap sebagai tanda kelemahan, terutama ketika seseorang berusaha mempertahankan citra kuat di hadapan orang lain. Namun, pandangan tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan perspektif kesehatan mental. Tangisan disebut sebagai salah satu mekanisme alami tubuh dalam melepaskan emosi dan membantu proses pemulihan diri.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin turut menyoroti manfaat menangis bagi kesehatan jiwa melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram miliknya. Dalam unggahan tersebut, Budi menekankan bahwa air mata tidak semestinya dipandang sebagai bukti bahwa seseorang rapuh.

“Jangan salah, menangis itu ternyata ada manfaatnya loh buat kesehatan jiwa,” kata Budi, dikutip Kamis (1/10/2026).

Menangis bukan tanda seseorang rapuh

Pernyataan itu disampaikan di tengah kebiasaan sebagian orang menahan tangis agar tetap terlihat tegar. Dalam situasi tertentu, ekspresi emosi bahkan masih sering dinilai sebagai sesuatu yang perlu disembunyikan. Akibatnya, seseorang dapat memilih untuk memendam perasaan daripada mengakuinya secara terbuka.

Padahal, berdasarkan penjelasan yang disampaikan dalam artikel tersebut, menangis merupakan proses alami tubuh. Pelepasan emosi melalui tangisan dipandang memiliki dampak positif bagi kesehatan jiwa, sehingga tidak seharusnya langsung dikaitkan dengan ketidakmampuan menghadapi masalah atau keadaan yang sulit.

Budi dalam unggahannya menyebut terdapat empat manfaat menangis bagi kesehatan mental. Meski demikian, rincian keempat manfaat tersebut tidak dijelaskan dalam informasi yang tersedia. Inti pesannya adalah bahwa menangis memiliki fungsi bagi kesehatan jiwa dan bukan sekadar reaksi emosional yang menunjukkan kelemahan.

Memberi ruang bagi emosi

Menangis juga dapat dipahami sebagai bentuk pengakuan terhadap emosi yang sedang dirasakan. Ketika seseorang membiarkan dirinya menangis, ia tidak selalu berarti menyerah terhadap keadaan. Sebaliknya, tangisan dapat menjadi cara alami untuk mengekspresikan perasaan yang sulit disampaikan melalui kata-kata.

Pandangan tersebut menempatkan kesehatan mental sebagai bagian penting dari kesejahteraan seseorang. Menahan air mata demi memenuhi anggapan bahwa seseorang harus selalu kuat bukan satu-satunya pilihan. Dalam konteks yang disampaikan Menteri Kesehatan, memberi ruang bagi emosi melalui tangisan justru merupakan bagian dari proses menjaga kesehatan jiwa.

Pesan Budi sekaligus mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru menilai orang yang menangis sebagai sosok lemah. Tangisan, menurut penjelasan itu, merupakan respons alami tubuh yang dapat membawa manfaat bagi kesehatan mental.

Source link

Semua Berita

Arya Wedakarna Balas Billy, Singgung Turis Lokal Suka Nawar

Polemik antara anggota DPD RI Arya Wedakarna (AWK) dan Billy Syahputra mengenai pelayanan wisatawan di Bali kembali memanas. Dalam video wawancara yang beredar, Arya menyinggung perilaku wisatawan lokal ketika menggunakan jasa pariwisata, termasuk kebiasaan menawar harga dan memberikan tip...

Hospital Expo 2026 Pamerkan AI dan Robotik Kesehatan

Pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dan robotik menjadi salah satu fokus utama Indonesia International Hospital Expo 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, pada 7–10 Oktober 2026. Teknologi yang ditampilkan mencakup perangkat untuk membantu mendeteksi risiko penyakit, mendukung keputusan...

**Kurang Gerak Picu Cedera, Cegah dengan Jalan Kaki 7.000 Langkah**

Kurang bergerak bukan sekadar membuat tubuh terasa kaku setelah seharian duduk. Kebiasaan tersebut juga disebut dapat meningkatkan kerentanan terhadap cedera dan keluhan fisik yang pada akhirnya membuat seseorang membutuhkan fisioterapi. Chief Physiotherapist Physiorehab, Simon Tri Prasetyo, mengatakan cedera yang ditangani...

Kategori Berita