Thursday, January 15, 2026

Pipa Gas PT TGI...

Telah terjadi kebocoran pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di Dusun...

Pamer Cincin Kawin Rully...

Rully Anggi Akbar dengan tegas membantah rumor yang menyebut bahwa dia dan istrinya,...

Lima Orang Dilaporkan ke...

Dugaan penyerobotan lahan sawit berskala besar mencuat di Kabupaten Kampar, Riau. Lima orang...

Makanan Rawan Mikroplastik yang...

Mikroplastik, sebagian besar dikenal hadir dalam makanan laut, namun penelitian menunjukkan bahwa mereka...
HomeprabowoKekuatan Laut: Panduan...

Kekuatan Laut: Panduan untuk Abad Keduapuluh Satu

Ditulis oleh Profesor Geoffrey Till

“Inti dari kekuatan laut bukanlah apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan di laut, tapi bagaimana kekuatan laut mempengaruhi bahkan menentukan apa yang terjadi di daratan. ‘Karena manusia hidup di darat bukan di laut, perang ditentukan di darat. Kekuatan laut bukanlah kekuatan at sea, tetapi kekuatan from sea.’”

Professor Geoffrey Till adalah pengajar ilmu maritim di Joint Service Command and Staff College. Ia telah menulis puluhan buku di topik ini, namun buku ini adalah “kitab wajib” untuk semua prajurit yang ingin memahami apa itu, dan bagaimana cara menggunakan kekuatan laut.

Inggris Raya sempat menjadi kerajaan dengan kekuasaan terbesar di dunia. Pada abad ke-18, kekuasaan Inggris Raya mencakup 23% populasi bumi dan 24% area bumi. Mereka bisa melakukan ini walaupun saat itu anggaran pertahanan Inggris Raya hanya 2% dari Produk Nasional Bruto (PNB). Menurut Profesor Geoffrey, dominasi Inggris Raya akan dunia dimungkinkan oleh dominasi AL Inggris atas AL pesaingnya, di mana AL Inggris pada waktu itu adalah hampir 40% dari angkatan perang Inggris.

Perang memang tidak dimenangkan di laut. Namun penguasaan AL atas laut dapat menentukan apa yang terjadi di darat, karena laut adalah sumber kekayaan, media transportasi, media informasi dan media dominasi.

Tidak terhitung contoh perang yang dimenangkan oleh pihak yang menang karena mampu melakukan blokade laut terhadap bala bantuan, logistik atau jalur ekonomi pihak yang kalah. Walaupun sekarang ada transportasi udara, hampir seluruh kebutuhan pokok manusia diantaranya makanan dikirimkan menggunakan kapal laut. Hampir seluruh pergerakan Angkatan Darat yang harus lintas pulau juga mengandalkan laut.

Karena itu perencanaan pertahanan laut harus memperhitungkan kemampuan untuk mempertahankan dominasi teritori laut. Faktor utama yang paling menentukan dalam hal ini adalah luas dari wilayah laut yang harus dipertahankan. Semakin luas wilayah lautnya, harus semakin besar angkatan lautnya. Tidak ada alternatif lain.

Pos ini ditulis oleh Profesor Geoffrey Till dan dipublikasikan oleh Prabowo Subianto.

Source link

Semua Berita

Prabowo Kembali dari Tiongkok: Tiba di Indonesia Rabu Malam

Prabowo Subianto kembali ke Indonesia setelah menghadiri perayaan 80 Tahun Kemenangan Perlawanan Rakyat Tiongkok di Beijing dan bertemu dengan Presiden Xi Jinping. Kedatangan Prabowo di Bandara Halim Perdanakusuma dikepalai oleh Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi. China menyatakan dukungan terhadap...

Prabowo’s Return From China: Essential Insights

Presiden Prabowo Subianto kembali ke Indonesia setelah mengunjungi Beijing untuk merayakan 80 tahun kemenangan China dalam Perang Perlawanan. Prabowo tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada Rabu malam, disambut oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden...

Prabowo Subianto’s Beijing Meeting with Xi Jinping: Significant Agreements

Prabowo Subianto dan Xi Jinping bertemu di Beijing dan mencapai kesepakatan penting dalam pertemuan mereka. Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat untuk menangani berbagai isu krusial yang mempengaruhi hubungan antara Indonesia dan Tiongkok. Prabowo Subianto, yang kala itu menjabat sebagai...

Kategori Berita