Pusat Data dan Sistem...

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.
HomePolitikAncaman Demokrasi di...

Ancaman Demokrasi di Tengah Kemenangan Prabowo-Gibran


Hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei menunjukkan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran) berpeluang besar memenangi Pilpres 2024 dalam satu putaran. Pasangan yang di-endorse Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu unggul dengan tingkat keterpilihan kisaran 55-59%.

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) M Isnur mengatakan kemenangan Prabowo-Gibran menandakan episode suram demokrasi Indonesia akan kembali berlanjut. Pasalnya, kemenangan itu diraih di tengah maraknya indikasi kecurangan dan pelanggaran etika, termasuk di antaranya skandal Mahkamah Konstitusi yang meloloskan Gibran menjadi cawapres. 

“Seperti yang diungkap dalam Dirty Vote, pilpres penuh dengan intrik atau penggalangan cipta kondisi, manipulasi dan lain-lain. Pasangan ini sudah diprediksi akan menang. Kami sangat-sangat kecewa dan sedih melihat keadaan negara dan demokrasi yang sedemikan rupa bisa dikendalikan oleh kekuasaan,” ujar Isnur kepada Alinea.id, belum lama ini.

Dirty Vote ialah film dokumenter besutan Dandhy Laksono yang tayang di Yotube, belum lama ini. Film itu menghadirkan tiga pakar hukum tata negara, yakni Bvitri Susanti dari STH Jentera, Zainal Arifin Mochtar dari Universitas Gadjah Mada, dan Feri Amsari dari Universitas Andalas. Di film itu, mereka memaparkan data dan bercerita mengenai beragam indikasi kecurangan selama Pemilu 2024. 

Prabowo-Gibran, menurut Isnur, akan mewarisi rezim Jokowi yang mulai kental dengan watak otoritarian. Berkaca dari kemenangan Prabowo-Gibran yang penuh dengan pelanggaran etika dan intrik, ia mengingatkan agar masyarakat umum, media, dan kaum intelektual kritis untuk berhati-hati menyuarakan pendapat di ruang publik. 

Alarm tanda bahaya itu, lanjut Isnur, sudah terlihat sejak Prabowo memperingatkan media yang kritis pada Pemilu 2014 dan Pemilu 2019. Selain itu, sejumlah aktivis dan kritikus rezim dilaporkan ke polisi pada periode kedua pemerintahan Jokowi.

“Ketika dia menyebutkan akan melanjutkan Jokowi, ya, berarti pendekatan pidana untuk membungkam kritik, semisal dengan penggunaan UU ITE yang semakin masif. Ketika mereka menyebutkan akan meneruskan kebijakan Jokowi, berarti mereka akan meneruskan pola-pola, misalnya, membuat UU Cipta Kerja yang tabrak sana-sini,” ucap Isnur.

Prabowo-Gibran, lanjut Isnur, kemungkinan bakal memanjakan kalangan konglomerat yang sudah berkontribusi besar dalam memodali kampanye mereka. Korupsi, kolusi, dan nepotisme bisa semakin marak. “Karena memerlukan modal yang sangat banyak dalam bertarung, maka akan korupsi di sana sini,” imbuh dia.

Source link

Semua Berita

Tragedi Tewasnya 3 Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya: Fakta dan Fokus Investigasi

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Diserang Kelompok Bersenjata Sebuah tragedi menimpa tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang tewas setelah diserang kelompok bersenjata pada Rabu, 9 September 2026. Mereka tengah dalam perjalanan untuk menyalurkan bantuan ternak kepada...

Spesifikasi KRI Gajah Mada: Kapal Induk Baru TNI AL dari Italia

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Akan Menjadi KRI Gajah Mada Jakarta - Kapal induk Giuseppe Garibaldi mulai berlayar dari Italia menuju Indonesia dan dijadwalkan menjadi kapal induk pertama yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Kapal tersebut diperkirakan akan tiba di Indonesia sekitar...

Panduan lengkap IKD dan cara membuatnya

Apa Itu Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan Bagaimana Cara Membuatnya? Identitas Kependudukan Digital atau IKD telah menjadi bagian penting dari transformasi administrasi kependudukan di Indonesia. Layanan ini memungkinkan akses identitas kependudukan secara digital melalui telepon seluler. Berikut penjelasan lebih lanjut...

Kategori Berita