Pusat Data dan Sistem...

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.
HomePolitikSketsa pergantian setelah...

Sketsa pergantian setelah Jokowi mundur

Sukron berpendapat bahwa ketiadaan oposisi yang kuat di masa pemerintahan mendatang dapat berbahaya bagi demokrasi Indonesia. Terlebih lagi, Jokowi terlihat semakin mengarah sebagai pemimpin otoriter, seperti memberikan dukungan kepada Gibran untuk melanjutkan pemerintahan.

“Saya berharap PDI-P, yang akan menguasai parlemen, seharusnya menjadi bagian dari oposisi bersama dengan partai-partai yang mendukung Anies-Muhaimin. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan agar demokrasi bisa berjalan dengan maksimal,” ujar Sukron.

Kehadiran oposisi yang kuat penting untuk memastikan bahwa legislasi yang kontroversial tidak akan disahkan di parlemen. Sukron mencontohkan perubahan UU KPK dan UU Cipta Kerja yang lancar disahkan pada periode kedua pemerintahan Jokowi karena hanya ada PKS sebagai oposisi di DPR.

“Dalam demokrasi, oposisi adalah hal yang penting untuk keseimbangan. Jika ada oposisi, maka demokrasi akan lebih stabil,” tambah Sukron.

Guru besar ilmu politik dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Cecep Darmawan, mengatakan bahwa tidak semua partai politik yang kalah dalam Pilpres 2024 akan menjadi oposisi. Ia berharap bahwa partai-partai yang memilih untuk menjadi oposisi tidak sembarangan dalam menentang program dari Prabowo-Gibran. Perlu adanya kesepakatan di antara semua partai politik mengenai arah pembangunan Indonesia setelah Jokowi lengser.

Menurut Cecep, perlu adanya oposisi yang kuat di pemerintahan agar fungsi pengawasan, anggaran, dan legislasi bisa berjalan dengan optimal tanpa adanya pengaruh pemerintah.

“Oposisi harus bersifat objektif. Program-program pemerintah yang baik harus diakui sebagai baik dan yang buruk harus dikritik,” ujar Cecep.

Source link

Semua Berita

Tragedi Tewasnya 3 Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya: Fakta dan Fokus Investigasi

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Diserang Kelompok Bersenjata Sebuah tragedi menimpa tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang tewas setelah diserang kelompok bersenjata pada Rabu, 9 September 2026. Mereka tengah dalam perjalanan untuk menyalurkan bantuan ternak kepada...

Spesifikasi KRI Gajah Mada: Kapal Induk Baru TNI AL dari Italia

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Akan Menjadi KRI Gajah Mada Jakarta - Kapal induk Giuseppe Garibaldi mulai berlayar dari Italia menuju Indonesia dan dijadwalkan menjadi kapal induk pertama yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Kapal tersebut diperkirakan akan tiba di Indonesia sekitar...

Panduan lengkap IKD dan cara membuatnya

Apa Itu Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan Bagaimana Cara Membuatnya? Identitas Kependudukan Digital atau IKD telah menjadi bagian penting dari transformasi administrasi kependudukan di Indonesia. Layanan ini memungkinkan akses identitas kependudukan secara digital melalui telepon seluler. Berikut penjelasan lebih lanjut...

Kategori Berita