Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.

Paseban Foundation Tunjukkan Kemajuan...

Paseban Foundation menunjukkan kemajuan nyata dalam pemulihan bentang alam dan perlindungan keanekaragaman hayati.
HomePolitikGerindra's Desire to...

Gerindra’s Desire to Form a Coalition with Prabowo-Gibran is Growing

Partai Gerindra berencana mengikuti langkah Joko Widodo (Jokowi) pada 2019-2024 dalam membangun kekuatan politik: membangun “koalisi ‘ndut”. Karenanya, siap “merangkul” partai politik (parpol) pengusung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

“Saya pastikan Pak Prabowo akan membuka pintu lebar-lebar buat teman-teman yang belum berkoalisi,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, di Jakarta, Kamis (22/2).

Sebagai informasi, pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin kini disokong 8 partai politik (parpol) seiring dilantiknya Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN). Oposisi hanya menyisakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan kekuatan 50 kursi (8,7%) dari total 575 kursi di DPR.

Sementara itu, jika merujuk laman pemilu2024.kpu.go.id pada Kamis (22/2), pukul 21.00 WIB, kekuatan politik Prabowo-Gibran, yang diusung Gerindra, Partai Golkar, Demokrat, dan Partai Amanat Nasional (PAN), hanya sekitar 30.141.877 suara (42,92%). Adapun kekuatan pengusung Amin (Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa/PKB, dan Partai Keadilan Sejahtera/PKS) 20.150.675 suara (28,69%) dan Ganjar-Mahfud (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan/PDIP dan Partai Persatuan Pembangunan/PPP) 13.474.422 suara (20,85%).

Jika perolehan suara pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 tersebut stabil hingga penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU), maksimal 21 Maret, maka kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran terancam mandek di tengah jalan. Pangkalnya, tidak memperoleh dukungan signifikan di Senayan.

Apa pentingnya “koalisi ‘ndut” bagi Prabowo?

Direktur Demos Institute, Usni Hasanudin, menilai, stabilitas politik penting bagi pemerintah agar tidak ada ganjalan dalam menjalankan kebijakan dan program. Karenanya, wajar apabila Prabowo-Gibran berupaya “merangkul” parpol non-pengusung.

“Selain disampaikan terbuka oleh Prabowo, sebenarnya rencana membangun kekuatan ini juga sudah dilakukan Jokowi. Pertemuannya dengan [Ketua Umum NasDem] Surya Paloh dan rencana dilanjutkan dengan parpol-parpol lain adalah buktinya,” ulasnya kepada Alinea.id, Jumat (23/2).

Source link

Semua Berita

Spesifikasi KRI Gajah Mada: Kapal Induk Baru TNI AL dari Italia

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Akan Menjadi KRI Gajah Mada Jakarta - Kapal induk Giuseppe Garibaldi mulai berlayar dari Italia menuju Indonesia dan dijadwalkan menjadi kapal induk pertama yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Kapal tersebut diperkirakan akan tiba di Indonesia sekitar...

Panduan lengkap IKD dan cara membuatnya

Apa Itu Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan Bagaimana Cara Membuatnya? Identitas Kependudukan Digital atau IKD telah menjadi bagian penting dari transformasi administrasi kependudukan di Indonesia. Layanan ini memungkinkan akses identitas kependudukan secara digital melalui telepon seluler. Berikut penjelasan lebih lanjut...

Mengenal Sayuti Melik: Pengetik Teks Proklamasi

Sayuti Melik: Sosok di Balik Pengetik Teks Proklamasi Sayuti Melik, tokoh penting dalam sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, lahir di Sleman, Yogyakarta, pada 22 November 1908. Aktif dalam kegiatan politik dan jurnalistik sejak muda, Sayuti Melik dikenal sebagai aktivis nasionalis yang...

Kategori Berita