Pusat Data dan Sistem...

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.
HomePolitikMenebak Implikasi Politik...

Menebak Implikasi Politik Setelah AHY Menjadi Pembantu Jokowi


Setelah 9 tahun berada di luar pemerintahan, Partai Demokrat akhirnya bergabung dengan Kabinet Indonesia Maju. Ini ditandai dengan pelantikan ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana, Jakarta, pada Rabu (21/2).

“Sebagai orang tua dan juga sebagai mantan presiden, sebagai sesepuh Partai Demokrat, beliau [Susilo Bambang Yudhoyono/SBY] mengharapkan saya bisa bekerja dengan baik. Secara profesional, menunjukkan etos kerja, dedikasi, dan komitmen untuk bekerja sebaik-baiknya,” kata AHY tentang pesan SBY kepadanya ketika menjadi pembantu presiden di Kompleks Istana.

Tanda-tanda akan bergabungnya Demokrat dengan pemerintahan Jokowi sejatinya terendus sejak Oktober 2023, ketika keduanya bersua di Istana. Kala itu, AHY bahkan sempat diisukan mengisi kursi menteri pertanian (mentan), yang ditinggalkan Syahrul Yasin Limpo karena mengundurkan diri usai terjerat kasus dugaan korupsi senilai Rp44,5 miliar.

Namun, hal tersebut tak terjadi. Sebab, Jokowi malah kembali mengangkat Amran Sulaiman sebagai Mentan. Kendati begitu, Demokrat tidak lagi “keras” terhadap pemerintah. Justru terlihat membela ketika dikritik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), pengusung utama Jokowi sejak 2014.

Tidak mengherankan

Pengamat komunikasi politik, Emrus Sihombing, menyatakan, tidak heran dengan manuver Jokowi yang memasukkan Demokrat ke dalam koalisinya. Alasannya, sudah berkontribusi memenangkan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, yang dipastikan menjadi kampiun Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Di sisi lain, ia mengingatkan, langkah ini juga mau tidak mau berimbas terhadap sikap Demokrat di DPR. Setidaknya takkan mendukung wacana hak angket kecurangan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, yang diinisiasi PDIP dan disokong koalisi pengusung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) atau Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Dalam politik itu tidak ada ‘makan siang gratis’,” katanya kepada Alinea.id.

Source link

Semua Berita

Tragedi Tewasnya 3 Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya: Fakta dan Fokus Investigasi

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Diserang Kelompok Bersenjata Sebuah tragedi menimpa tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang tewas setelah diserang kelompok bersenjata pada Rabu, 9 September 2026. Mereka tengah dalam perjalanan untuk menyalurkan bantuan ternak kepada...

Spesifikasi KRI Gajah Mada: Kapal Induk Baru TNI AL dari Italia

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Akan Menjadi KRI Gajah Mada Jakarta - Kapal induk Giuseppe Garibaldi mulai berlayar dari Italia menuju Indonesia dan dijadwalkan menjadi kapal induk pertama yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Kapal tersebut diperkirakan akan tiba di Indonesia sekitar...

Panduan lengkap IKD dan cara membuatnya

Apa Itu Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan Bagaimana Cara Membuatnya? Identitas Kependudukan Digital atau IKD telah menjadi bagian penting dari transformasi administrasi kependudukan di Indonesia. Layanan ini memungkinkan akses identitas kependudukan secara digital melalui telepon seluler. Berikut penjelasan lebih lanjut...

Kategori Berita