Pusat Data dan Sistem...

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.
HomePolitikAlasan Jokowi bertemu...

Alasan Jokowi bertemu Surya Paloh setelah Pemilu 2024

Partai NasDem berpotensi untuk bergabung dengan pemerintahan Prabowo?

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Cecep Hidayat, berpendapat bahwa pertemuan antara Jokowi dan Surya Paloh menunjukkan kemungkinan besar bagi NasDem untuk kembali masuk ke dalam pemerintahan. NasDem telah mendukung pemerintahan Jokowi sejak tahun 2014.

“Kemungkinan besar menuju ke arah pemerintahan,” katanya kepada Alinea.id, Senin (19/2).

Cecep juga menambahkan bahwa manuver tersebut juga bisa dianggap sebagai respons dari Jokowi terhadap sikap PDIP, yang sebelumnya menyatakan akan menjadi oposisi terhadap Prabowo. Selain itu, partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri ini memiliki peluang besar untuk memenangkan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024.

Menurut Cecep, untuk memperkuat posisi pemerintahan, Jokowi perlu merangkul partai-partai yang tidak mendukung Prabowo-Gibran. Keberadaan NasDem dipercayai dapat menyeimbangkan kekuatan PDIP yang berada di luar Istana.

“Dengan begitu, pemerintah tetap stabil tanpa gangguan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Cecep berpendapat bahwa NasDem akan dianggap sebagai partai pragmatis apabila berubah haluan. “Jika NasDem berpikir secara demokratis, seharusnya menolak dan menjadi kekuatan di luar pemerintahan.”

Di sisi lain, pengamat politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Siti Zuhro, melihat bahwa pertemuan antara Jokowi dan Surya Paloh menarik perhatian publik karena keduanya berada di kubu yang berbeda dalam Pilpres 2024. Namun, masih terlalu dini untuk membahas kemungkinan koalisi.

Seperti pendapat Cecep, Wiwiek juga berpendapat bahwa persepsi publik tentang politik yang hanya didasarkan pada kepentingan akan semakin kuat apabila NasDem akhirnya mendukung pemerintahan Prabowo. Baginya, konstelasi pemerintahan ke depan seharusnya sesuai dengan dukungan masing-masing partai pada saat Pilpres: pihak yang menang akan berkuasa, sementara pihak yang kalah akan menjadi oposisi.

“Pertemuan politik antara Jokowi dan Paloh bisa diartikan sebagai komunikasi politik untuk membahas hasil pemilu dan langkah selanjutnya,” ucapnya kepada Alinea.id, Senin (19/2).

Source link

Semua Berita

Tragedi Tewasnya 3 Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya: Fakta dan Fokus Investigasi

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Diserang Kelompok Bersenjata Sebuah tragedi menimpa tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang tewas setelah diserang kelompok bersenjata pada Rabu, 9 September 2026. Mereka tengah dalam perjalanan untuk menyalurkan bantuan ternak kepada...

Spesifikasi KRI Gajah Mada: Kapal Induk Baru TNI AL dari Italia

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Akan Menjadi KRI Gajah Mada Jakarta - Kapal induk Giuseppe Garibaldi mulai berlayar dari Italia menuju Indonesia dan dijadwalkan menjadi kapal induk pertama yang dimiliki TNI Angkatan Laut. Kapal tersebut diperkirakan akan tiba di Indonesia sekitar...

Panduan lengkap IKD dan cara membuatnya

Apa Itu Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan Bagaimana Cara Membuatnya? Identitas Kependudukan Digital atau IKD telah menjadi bagian penting dari transformasi administrasi kependudukan di Indonesia. Layanan ini memungkinkan akses identitas kependudukan secara digital melalui telepon seluler. Berikut penjelasan lebih lanjut...

Kategori Berita