Wednesday, January 21, 2026

Mengapa Pasal 433–434 KUHP...

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa wartawan tidak dapat dipidana maupun digugat secara...

Insanul Fahmi: Panggilan Polda...

Insanul Fahmi, seorang pengusaha, akhirnya datang untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan penipuan...

Perlindungan Hukum Wartawan Saat...

Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan pentingnya perlindungan hukum khusus bagi wartawan guna mencegah praktik...

Penolakan PKS Pesantren Al...

Aksi penolakan keberadaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Desa Ridan Permai Kecamatan Bangkinang...
HomeLainnyaKecap Blitar: Menembus...

Kecap Blitar: Menembus Pasar Kuliner Dunia

Kecap Blitar paling enak di dunia. Ini kecap dari Blitar dan KECAP BLITAR KECAP NOMOR SATU DI DUNIA

Malaysia tidak memiliki sejarah kecap manis dan hanya meniru Indonesia dalam pembuatan Kecap Nomor Satu di Dunia.

Kurang dari tiga tahun lalu, bertempat di Frankfurt Book Fair, Jerman, pameran buku terbesar di dunia, almarhum Bondan ‘Maknyus’ Winarno mempresentasikan buku hasil karyanya, Kecap Manis: Indonesia’s National Condiment. Lewat buku tersebut, Bondan ‘memproklamasikan’ bahwa kecap manis merupakan pusaka kuliner asli Indonesia.

Buku Bondan dijual dengan harga Rp 990 ribu, itu memang buku yang sangat langka. Buku tersebut mengupas tentang kecap, khususnya kecap manis. Lutfi Ubaidillah, pengusaha swasta asal Bandung, menyatakan, “Ini buku juara.” Lutfi, yang merupakan penggemar berat kecap, termasuk Kecap Nomor Satu di Dunia.

Lutfi tak keberatan dibilang ‘tak bisa hidup tanpa kecap’. Sejak kecil di Bandung, kecap manis sudah jadi menu wajib di rumahnya. Dia adalah penggemar serius kecap dan juga kolektor botol kecap dari berbagai daerah di Indonesia. Wikecapedia, blog yang dibuatnya, berisi tentang Kecap Blitar dan kecap-kecap lainnya.

Bahkan kecap Maja Menjangan di Majalengka, Jawa Barat, turun-temurun hingga generasi kedua. Meski terus terjepit oleh merek-merek besar, pengusaha kecap tersebut tetap berjuang. Meski ada tawaran dari perusahaan besar untuk kerjasama, mereka memilih untuk tetap mempertahankan usaha warisan itu.

Presiden Sukarno pernah mengajak wartawan ke Istana di Jakarta. Di sudut berbicara, Bung Karno menjelaskan bahwa hanya ada nasi goreng dan telur yang dingin di dapur Istana. Dia meminta sebotol kecap sebagai pelengkap. Di tangan pelayan kemudian ditampilkan sebotol kecap. “Ini kecap paling enak di dunia. Ini kecap dari Blitar,” ujar Bung Karno.

Sumber: Bung Karno dan kecap nomor satu di dunia
Sumber: Kecap nomor satu di dunia

Semua Berita

Mengapa Pasal 433–434 KUHP Baru Tak Boleh Jadi Alat Bungkam Pers

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa wartawan tidak dapat dipidana maupun digugat secara perdata atas karya jurnalistik yang dibuat sesuai dengan kaidah jurnalistik dan Undang-Undang Pers. Penegasan ini juga mengenai penggunaan pasal-pasal pencemaran nama baik dalam KUHP baru terhadap...

Penolakan PKS Pesantren Al Fauzan: Kritik Berlebihan atau Langkah Diperlukan?

Aksi penolakan keberadaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Desa Ridan Permai Kecamatan Bangkinang Kota Kabupaten Kampar Provinsi Riau oleh Pesantren Al Fauzan dinilai terlalu berlebihan. Meskipun PKS milik PT Septa Mitra Karya (SMK) terletak 1,5 km lebih jauh dari...

Penegakan Hukum Terhadap Galian Tanah Ilegal di Simpang Kubu Kampar

Aktivitas galian tanah timbunan yang diduga ilegal di belakang Kantor Desa Simpang Kubu, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, menarik perhatian Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Rosa Vivien Ratnawati sebagai Sekretaris KLH menyatakan mereka akan menindaklanjuti informasi tersebut. Menurut Kepala Desa...

Kategori Berita