Pusat Data dan Sistem...

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.
HomePolitikTrump atau Biden,...

Trump atau Biden, siapa yang paling berdampak positif bagi Indonesia?

Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) 2024 telah memasuki masa debat. Kandidat dari Partai Republik Donald Trump dan politikus Partai Demokrat Joe Biden kembali bersaing, dengan debat perdana diadakan di Kantor CNN di Atlanta, Georgia, pada Kamis (28/6) malam waktu setempat atau Jumat (29/6) WIB.

Dalam debat tersebut, Trump dinilai unggul. Menurut jajak pendapat CNN, sebanyak 67% penonton debat pertama Pilpres AS merasa Trump tampil lebih baik. Hanya 33% yang menyatakan bahwa Biden menguasai panggung debat.

Pada debat langsung tersebut, Biden terlihat “kelelahan” dalam berdebat. Dalam beberapa segmen, pria berusia 82 tahun itu terbata-bata dalam menjawab pertanyaan dan suaranya hampir tak terdengar, dengan jawaban-jawaban yang terkesan tak jelas.

Meskipun begitu, belum ada hasil survei terbaru mengenai elektabilitas kedua kandidat. Survei Reuters/Ipsos pada 11-12 Juni menunjukkan Trump unggul tipis dari Biden, dengan Trump mencapai 41% tingkat keterpilihan, sedangkan Biden sebesar 39%.

Sebelumnya, Trump dan Biden bersaing dalam Pilpres AS 2020. Biden memenangkan pilpres tersebut dengan raihan total suara sebesar 81 juta suara, sementara Trump meraup sekitar 74 juta suara.

Menurut Dosen Hubungan Internasional dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Robi Sugara, perbedaan paling nyata antara Trump dan Biden adalah dalam program-program yang dijadikan fokus. Era Trump fokus pada memperkuat kerja sama di bidang perdagangan, sedangkan era Biden menitikberatkan pada penguatan hak asasi manusia (HAM).

Indonesia memiliki hubungan yang baik dengan kedua presiden tersebut. Menurut pakar hubungan internasional dari Universitas Budi Luhur (UBL) Yusran, baik Trump maupun Biden memiliki nilai strategis bagi Indonesia dalam kerja sama ekonomi. Mengingat AS merupakan mitra dagang terbesar Indonesia, kerja sama ekonomi dengan AS dianggap menguntungkan bagi Indonesia.

Dalam konteks kerja sama ekonomi, orientasi ke depan dalam meningkatkan ekonomi akan sangat menguntungkan bagi Indonesia. memperkuat kerja sama di bidang ekonomi merupakan kebutuhan bagi kedua negara, karena Amerika juga membutuhkan Indonesia.

Source link

Semua Berita

Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI, Berikut Rinciannya

Presiden Prabowo Subianto meresmikan 204 satuan baru TNI dalam upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026. Pembentukan satuan-satuan tersebut mencakup tiga matra, yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI...

Cara Ganti Foto KTP-el: Syarat dan Prosedur Terbaru

Foto pada Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) tidak dapat diganti hanya karena pemiliknya merasa hasil foto lama kurang baik. Perubahan pas foto dimungkinkan, tetapi harus didasarkan pada kondisi tertentu yang membuat foto sebelumnya tidak lagi sesuai atau dokumen KTP-el...

Sejarah Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober dan Maknanya

Setiap 1 Oktober, Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Tanggal tersebut ditetapkan untuk mengenang rangkaian peristiwa politik dan kekerasan pada 30 September hingga 1 Oktober 1965, ketika sejumlah perwira TNI Angkatan Darat diculik dan dibunuh. Peringatan ini sekaligus menempatkan Pancasila...

Kategori Berita