Arista Montana dan Gerakan...

Arista Montana menjadi bagian dari gerakan besar menuju kemandirian pangan berbasis lokal.

Andy Utama Kembangkan Model...

Andy Utama mengembangkan model leuit modern sebagai solusi ketahanan pangan yang adaptif dan berkelanjutan.

Koperasi Desa sebagai Instrumen...

Koperasi desa menjadi alat pemerataan ekonomi yang efektif.

Wahdi Azmi: Konservasi Tanpa...

Konservasi yang terintegrasi menciptakan keseimbangan antara pelestarian dan kesejahteraan.
HomeBeritaPasangan Syahrial dan...

Pasangan Syahrial dan Andika Tidak Seimbang dengan Pasangan Kasmarni

Nusaperdana.com, Duri – Politik dapat mengusung pasangan sendiri, dengan syarat-syarat yang sudah ditetapkan. Seperti yang terjadi di Kabupaten Bengkalis, Partai Golkar akhirnya mengusung salah satu kadernya untuk maju dalam Pilkada Kabupaten Bengkalis.

Awalnya, Indra Gunawan atau yang akrab disapa Eet dianggap sebagai calon yang akan maju namun akhirnya batal karena tidak memiliki cukup kursi. Sekarang, ada “pemain” pengganti yang muncul berkat keputusan Mahkamah Konstitusi di penghujung waktu.

Pasangan Syahrial-Andika muncul ke publik, dideskripsikan sebagai pesaing dan penantang Petahana. Namun, rekam jejak kedua pasangan ini tidak sulit untuk diketahui dan masih segar dalam ingatan, keduanya merupakan caleg yang gagal dalam pemilihan calon legislatif di DPRD Kabupaten Bengkalis.

Terkait hal ini, pendapat dari Konsultan Politik yang bernaung di Bituta Konsultan Politik, Tri, mengatakan bahwa fenomena di Pilkada Bengkalis terasa hambar dan tiba-tiba bagi penantang Petahana Kasmarni – Bagus Santoso.

“Semua paham bagaimana proses Partai Politik di Bengkalis selama ini. Kehadiran pasangan Syahrial-Andika karena keputusan MK di penghujung waktu, menurut saya elektabilitas dan pengalaman mereka belum sebanding dengan Kasmarni-Bagus Santoso,” ujar Tri.

Untuk kompetisi sekelas Bengkalis, lanjut Tri, ini adalah tantangan yang kurang menarik, dibandingkan dengan pemilihan kepala daerah sebelumnya. Meskipun ada kejutan di penghujung waktu, kotak kosong tidak terjadi di Bengkalis.

“Kita lihat dari Pemilihan Legislatif sebelumnya, kedua calon ini tidak berhasil meraih kursi Dewan di dapil masing-masing. Namun, tentu pasangan ini memiliki strategi khusus seperti yang diungkapkan oleh ketua DPD Golkar baru-baru ini,” katanya.

Terkait tidak dipilihnya kembali Indra Gunawan dalam Pilkada serentak tanggal 27 November 2024 mendatang, menjadi pertanyaan besar. Hal ini dikemukakan oleh salah satu anggota Karang Taruna, Asril, yang melihat pasangan Syahrial-Andika tiba-tiba muncul.

“Apakah beliau (Indra Gunawan Eet) mengalami trauma karena gagal dalam kontestan sebelumnya?! Sekarang menjadi panglima tempur katanya, apakah sudah tidak berani tampil di depan?! Atau mungkin pasangan ini dibuat tergesa-gesa. Namun, apapun itu, lawan Kasmarni – Bagus Santoso saat ini tidak sebanding dan tidak menarik,” pungkasnya. (Tim)

Semua Berita

Cerita Kader Sekar Melati Kawal Tumbuh Kembang Anak di Riau

Di Desa Rimba Beringin, Tapung Hulu, Kampar, seorang kader Posyandu bernama Nurmayani Lubis mengungkapkan rasa kebingungannya ketika melihat ibu-ibu yang khawatir karena anak-anak mereka mengalami masalah kesehatan. Namun, sejak mengikuti Program PHR Peduli Stunting (PENTING) yang diselenggarakan oleh PT...

Apresiasi Masyarakat Desa Sekayan pada Polres Inhil untuk Ungkap Kasus Narkoba

Di Desa Sekayan, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, warga menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K., beserta jajarannya atas keberhasilan dalam mengungkap kasus tindak pidana narkotika. Acara apresiasi tersebut berlangsung pada Selasa (14/4/2026) di ruang...

Pihak Andoko Setijo Dikalahkan, Lahan 50 Hektar di Tapung Hilir

Pada tanggal 9 April 2026, pihak Ronny Granito Saing berhasil merebut kembali lahan sawit seluas 50 hektar di Desa Sekijang, Kecamatan Tapung Hilir. Sebelumnya, lahan tersebut dikuasai oleh pihak Andoko Setijo yang diduga tidak memiliki dasar kepemilikan yang sah....

Kategori Berita