Arista Montana dan Gerakan...

Arista Montana menjadi bagian dari gerakan besar menuju kemandirian pangan berbasis lokal.

Andy Utama Kembangkan Model...

Andy Utama mengembangkan model leuit modern sebagai solusi ketahanan pangan yang adaptif dan berkelanjutan.

Koperasi Desa sebagai Instrumen...

Koperasi desa menjadi alat pemerataan ekonomi yang efektif.

Wahdi Azmi: Konservasi Tanpa...

Konservasi yang terintegrasi menciptakan keseimbangan antara pelestarian dan kesejahteraan.
HomePolitikAndika melawan Lutfhi:...

Andika melawan Lutfhi: Ancaman mobilisasi aparat dalam Pilgub Jate

Dua jenderal dari dua institusi yang berbeda akan bersaing dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) 2024. Dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), Komjen Pol. Ahmad Luthfi sudah resmi diusulkan. Mantan Kapolda Jateng itu berpasangan dengan Taj Yasin Maimoen, mantan Wakil Gubernur Jateng periode 2018-2023.

Sebagai lawan, PDI-Perjuangan telah mencalonkan pasangan Andika Prakasa-Hendrar Prihadi. Andika, seorang jenderal purnawirawan, adalah mantan Panglima TNI yang juga pernah menjabat sebagai Komandan Paspampres. Sementara itu, Hendrar adalah mantan Wali Kota Semarang. Keduanya adalah kader PDI-P.

Analis politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Kholid Adid, memprediksi pertarungan antara Andika dan Luthfi dalam Pilgub Jateng. Keduanya memiliki jaringan politik di Jateng. Kemungkinan aparat keamanan dan personel TNI terlibat dalam kontestasi politik tersebut, meskipun seharusnya netral sesuai aturan.

Pemilihan Gubernur Jateng hanya akan diikuti oleh dua pasang calon setelah PKB tidak mencalonkan Yusuf Chudlori alias Gus Yusuf. Partai politik pimpinan Muhaimin Iskandar tersebut kini mendukung pasangan Luthfi-Taj.

Kholid percaya bahwa Andika dan Luthfi akan bermain sesuai aturan dan tidak melibatkan bawahan mereka dalam politik praktis. Namun, ia berharap Bawaslu bisa mengawasi manuver aparat dalam Pilgub Jateng.

Dari segi elektoral, Kholid berpandangan bahwa Luthfi lebih unggul dibandingkan Andika. Selain didukung oleh hampir semua partai politik yang memiliki kursi di DPRD Jateng, Luthfi juga mendapat restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Luthfi, sebagai mantan Kapolda Jateng, lebih populer dan memiliki jaringan yang luas.

Menurut Muradi, seorang guru besar politik dan keamanan dari Universitas Padjadjaran, PDI-P mungkin mencalonkan Andika untuk mencegah mobilisasi aparat keamanan dalam Pemilihan Gubernur Jateng.

Pengawasan terhadap potensi mobilisasi aparat juga harus dilakukan oleh masyarakat Jateng. Pengalaman dalam Pemilu 2024 menunjukkan bahwa Bawaslu dan KPU setempat sulit mengawasi dengan efektif.

Kita harus berharap agar masyarakat bisa mencegah pertarungan kotor terjadi, mengingat pentingnya netralitas TNI-Polri dalam konteks politik, dan kendali yang optimal terhadap mobilisasi aparat negara di Pilgub Jateng.

Source link

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita