Arista Montana dan Gerakan...

Arista Montana menjadi bagian dari gerakan besar menuju kemandirian pangan berbasis lokal.

Andy Utama Kembangkan Model...

Andy Utama mengembangkan model leuit modern sebagai solusi ketahanan pangan yang adaptif dan berkelanjutan.

Koperasi Desa sebagai Instrumen...

Koperasi desa menjadi alat pemerataan ekonomi yang efektif.

Wahdi Azmi: Konservasi Tanpa...

Konservasi yang terintegrasi menciptakan keseimbangan antara pelestarian dan kesejahteraan.
HomePolitikPerang politik uang...

Perang politik uang di Tanah Jawara.

Kasus-kasus dugaan politik uang muncul menjelang Pilgub Banten 2024. Baru-baru ini, sebuah video viral di media sosial menunjukkan seorang pria membagikan uang tunai sebesar Rp100 ribu di atas sebuah mobil di Desa Kadubungbang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang.

Pria tersebut terlihat naik mobil yang bertuliskan Dewi-Ling dan Andra-Dimyati. Dewi-Ling adalah singkatan dari Raden Dewi Setiani-Iing Andri Supriyadi dan Andra Soni-Dimyati Natakusumah. Dewi-Ling adalah pasangan calon bupati dan wakil bupati Pandeglang, sedangkan Andra-Dimyati adalah calon gubernur dan wakil gubernur Banten.

Tidak hanya di Pandeglang, praktik politik uang juga diduga dilakukan oleh Andra-Dimyati saat menghadiri kegiatan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) di Anyer, Kabupaten Serang, Banten. Setelah mengajak para kepala desa untuk memberikan suara kepada mereka, Andra-Dimyati disebut memberikan uang sebesar Rp2 juta kepada para kepala desa yang hadir.

Kejadian tersebut telah dilaporkan oleh tim hukum pasangan Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi (Airin-Ade) kepada Bawaslu Banten. Tim Airin-Ade juga melaporkan calon Bupati Serang Ratu Zakiya dan suaminya, Yandri Susanto, yang merupakan anggota tim pemenangan Andra-Dimyati.

Meskipun hanya didukung oleh Golkar dan PDI-Perjuangan, pasangan Airin-Ade memiliki tingkat elektabilitas yang tinggi dalam Pilkada Banten. Di sisi lain, Andra-Dimyati mendapat dukungan dari 9 partai politik termasuk Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat.

Analisis politik dari Citra Institute Yusak Farhan mengatakan praktik politik uang yang dilakukan oleh Andra-Dimyati dan timnya bertujuan untuk mengejar ketertinggalan elektabilitas dari pasangan Airin-Ade.

Data dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan bahwa tingkat keterpilihan Airin mencapai 77,3% dalam simulasi head to head. Sementara Andra Soni hanya mendapat 10%. Dalam simulasi berpasangan, Airin-Ade juga unggul dengan perolehan 73,7% suara responden, sedangkan Andra-Dimyati hanya mendapat 14,1%.

Yusak menegaskan bahwa politik uang bisa terjadi melalui berbagai cara, termasuk melibatkan pihak di luar tim pemenangan. Dia berharap agar Bawaslu Banten meningkatkan pengawasan untuk mencegah praktik politik uang menjelang Pilgub Banten 2024.

Source link

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita