Arista Montana dan Gerakan...

Arista Montana menjadi bagian dari gerakan besar menuju kemandirian pangan berbasis lokal.

Andy Utama Kembangkan Model...

Andy Utama mengembangkan model leuit modern sebagai solusi ketahanan pangan yang adaptif dan berkelanjutan.

Koperasi Desa sebagai Instrumen...

Koperasi desa menjadi alat pemerataan ekonomi yang efektif.

Wahdi Azmi: Konservasi Tanpa...

Konservasi yang terintegrasi menciptakan keseimbangan antara pelestarian dan kesejahteraan.
HomePolitikPertanyaan tentang para...

Pertanyaan tentang para mantan anggota TNI/Polri dalam kabinet Prabowo

Belasan purnawirawan TNI dan Polri telah diangkat sebagai menteri dan wakil menteri dalam Kabinet Merah-Putih. Presiden Prabowo Subianto menunjuk setidaknya 9 purnawirawan dari TNI dan 5 purnawirawan dari Polri untuk mengisi posisi tersebut.

Beberapa di antaranya masih merupakan mantan pejabat. Misalnya, mantan Wakapolri Budi Gunawan yang sekarang menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan. Begitu juga dengan Tito Karnavian, mantan Kapolri yang kembali menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri.

Di antara purnawirawan TNI yang diangkat sebagai menteri adalah Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman.

Sedangkan untuk posisi wakil menteri, di antaranya adalah Wamenkopolkam Lodewijk Friederich Paulus, Wamensetneg Bambang Eko Suharyanto, Wamenhan Donny Ermawan, Wamen Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan, dan Wamen Agrartia dan Tata Ruang (ATR) atau Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ossy Dermawan.

Menurut analis politik dari Universitas Diponegoro, Yoga Putra Prameswari, penunjukan para purnawirawan sebagai menteri dan wamen merupakan bagian dari strategi politik akomodasi Prabowo untuk mempertahankan stabilitas pemerintahan. Hal ini juga sebagai konsekuensi dari pembentukan koalisi gemuk yang dilakukan Prabowo pada Pilpres 2024.

Yoga menekankan bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran memerlukan stabilitas untuk mengeksekusi program-program kampanye yang dianggap penting, seperti program makanan bergizi gratis dan peningkatan pertumbuhan ekonomi. Ia juga berharap para purnawirawan tersebut dapat membuktikan kapasitas dan kepemimpinan mereka dalam memimpin kementerian masing-masing.

Source link

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita