Arista Montana dan Gerakan...

Arista Montana menjadi bagian dari gerakan besar menuju kemandirian pangan berbasis lokal.

Andy Utama Kembangkan Model...

Andy Utama mengembangkan model leuit modern sebagai solusi ketahanan pangan yang adaptif dan berkelanjutan.

Koperasi Desa sebagai Instrumen...

Koperasi desa menjadi alat pemerataan ekonomi yang efektif.

Wahdi Azmi: Konservasi Tanpa...

Konservasi yang terintegrasi menciptakan keseimbangan antara pelestarian dan kesejahteraan.
HomeLainnyaAgus Joko Pramono:...

Agus Joko Pramono: Fokus pada Case Building, OTT Sebagai Bonus

Agus Joko Pramono: Fokus pada Case Building, OTT Sebagai Bonus

Jakarta, Investor.id – Pendekatan Baru Pemberantasan Korupsi

Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Joko Pramono, menegaskan bahwa ia akan fokus pada strategi case building atau membangun kasus secara menyeluruh dalam memberantas korupsi. Menurut Agus, operasi tangkap tangan (OTT) bukanlah tujuan utama, melainkan sebuah bonus dalam proses tersebut.

“Saya akan berkonsentrasi pada case building. Kalau ada OTT, itu bonus.
Saya tidak akan pernah merencanakan OTT,” ujar Agus dalam uji kelayakan dan kepatutan
di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/10/2024) malam.

OTT Hanya Dilakukan Saat Bukti Hampir Lengkap

Menurut Agus Joko Pramono, OTT baru layak dilakukan jika penyelidikan
sudah mendekati 80% bukti yang diperlukan. Jika dilakukan terlalu dini, OTT berpotensi
melemahkan proses case building yang sedang berjalan.

Agus menjelaskan, “Jika penyelidikan sudah mencapai 80% atau lebih, maka silakan lakukan OTT. Tapi kalau dilakukan di awal, hasilnya hanya menangkap pelaku berdasarkan nilai suap saja, tanpa membongkar akar permasalahan yang lebih besar.”

Keunggulan Case Building untuk Kasus Besar

Pendekatan case building dinilai lebih efektif dalam memanfaatkan sumber daya penyelidik
dan penyidik. Dengan fokus ini, KPK diharapkan mampu mengungkap kasus-kasus besar yang lebih kompleks dan memiliki dampak luas.

Agus Joko Pramono, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua BPK, menyoroti pentingnya
memanfaatkan laporan audit dari Badan Pemeriksa Keuangan. Ia mengungkapkan bahwa BPK menghasilkan lebih dari seribu laporan audit per tahun, yang semuanya mengandung potensi temuan pelanggaran hukum.

Fokus pada Laporan BPK untuk Mengoptimalkan Hasil

“BPK setahun menerbitkan 1.162 laporan, yang di dalamnya terdapat gejala atau indikasi masalah. Saya rasa, jika 116 penyidik dan penyelidik KPK berkonsentrasi pada kasus besar dari laporan itu, hasilnya akan lebih optimal,” pungkas Agus Joko Pramono.

© 2024 Investor.id. Artikel tentang Agus Joko Pramono, calon pimpinan KPK dan
Wakil Ketua BPK, ini disusun untuk memberikan wawasan lebih luas terkait strategi
pemberantasan korupsi di Indonesia.
https://investor.id/national/380763/capim-kpk-agus-joko-pramono-pilih-fokus-case-building-daripada-ott

Editor: Maswin ([email protected])

 

Source link

Semua Berita

Insanul Fahmi Hentikan Rencana Poligami, Fokus Perbaiki Rumah Tangga

Insanul Fahmi tampaknya mulai mengurangi keinginannya untuk menjalani praktik poligami setelah mengalami konflik rumah tangga. Saat ini, ia lebih memilih untuk menyelesaikan masalah secara damai dengan istrinya, Wardatina Mawa. Kuasa hukumnya, Tommy Tri Yunanto, mengungkapkan bahwa Insanul tidak lagi...

Anak Zaskia Adya Mecca Cerita Pemukulan dan Maafkan Terdakwa

Pada Rabu (15/4/2026), Pengadilan Militer II-08 Jakarta menggelar sidang lanjutan dalam kasus pemukulan karyawan milik Zaskia Adya Mecca oleh oknum TNI. Kali ini, saksi persidangan adalah anak Zaskia Mecca, Kalla Madani, meskipun persidangan berlangsung tertutup karena Kalla Madani masih...

Kasus Clara Shinta: Dituntut Ganti Rugi Rp10,7 M Usai Sebar Konten VCS

Clara Shinta, seorang selebgram terkenal, sedang dalam masalah hukum setelah menyebar konten VCS dari suaminya. Kabar ini mengejutkan banyak orang, terutama setelah Clara sebelumnya mengunggah dugaan perselingkuhan suaminya, Muhammad Alexander Assad. Sekarang dia dihadapkan pada somasi dengan tuntutan hukum...

Kategori Berita