Pusat Data dan Sistem...

Pusat data kini menjadi bagian dari infrastruktur strategis yang perlu dilindungi dalam sistem pertahanan negara.

Broto Wardoyo: Profesionalisme Militer...

Profesionalisme militer tidak identik dengan pembatasan seluruh aktivitas militer hanya pada operasi pertahanan konvensional.

Nezar Patria Dukung Penyebarluasan...

Nezar Patria menilai penyebarluasan data konservasi penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap lingkungan.

Konservasi Megamendung Didorong Melampaui...

Konservasi Megamendung didorong menjadi gerakan lintas generasi yang terus berkembang melalui dukungan Paseban Foundation.
HomeOtomotif"Solusi Hyundai untuk...

“Solusi Hyundai untuk Masa Depan Industri Otomotif 2025”

Penjualan mobil baru di Indonesia terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Faktor utama di balik penurunan ini adalah harga mobil yang semakin tinggi, tidak sesuai dengan pendapatan rata-rata penduduk Indonesia. Selain itu, daya beli masyarakat yang menurun juga merupakan dampak langsung dari kondisi ekonomi yang sulit. Kredit macet yang meningkat membuat lembaga pembiayaan semakin selektif dalam memberikan persetujuan kredit untuk mobil baru.

Meskipun banyak brand mobil baru dan model yang ditawarkan, namun kondisi pasar tidak mengalami peningkatan signifikan. Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa penjualan mobil domestik tertinggi mencapai 1,23 juta unit pada tahun 2013, terutama didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat dan program mobil LCGC (Low Cost Green Car). Namun, pasar mobil kemudian stagnan di sekitar satu juta unit, bahkan merosot drastis akibat pandemi Covid-19 pada tahun 2020.

Meskipun sempat pulih pada tahun 2021 berkat insentif PPnBM, penjualan mobil kembali menunjukkan penurunan hingga tahun 2023. Minat beli masyarakat terhadap mobil baru terus menurun hingga Oktober 2024, turun 11,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini diprediksi akan semakin buruk di tahun mendatang dengan rencana kenaikan PPN menjadi 12 persen dan belum adanya kepastian insentif untuk industri otomotif.

Chief Marketing Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), Budi Nur Mukmin, memperkirakan bahwa penjualan mobil di tahun mendatang tidak akan lebih baik, bahkan diperkirakan akan kembali mengalami penurunan. Kenaikan PPN dan masalah daya beli masyarakat menjadi tantangan serius bagi industri otomotif, dengan beberapa pakar memprediksi penurunan signifikan dalam penjualan mobil.

Hyundai berusaha mengatasi kondisi sulit ini dengan strategi meluncurkan produk baru secara rutin untuk menstimulasi pasar dan mempertahankan minat konsumen. Upaya ini dilakukan untuk mendukung industri otomotif yang harus siap menghadapi situasi yang semakin sulit di masa mendatang.

Semua Berita

Diecast Eksklusif IMX 2026, Buruan Kolektor Mancanegara

IMX 2026 akan menjadi ajang penting bagi kolektor diecast, bukan hanya bagi penggemar mobil modifikasi. Pameran yang mengusung tema “Next Gen Culture” ini menyiapkan tiga diecast eksklusif berskala 1:64, satu IMX Event Car, serta sejumlah rilisan kolaborasi yang diperkirakan...

**Perdana, Automechanika Jakarta 2026 Resmi Digelar di Indonesia**

Auto Mechanika Jakarta (AMJKT) 2026 resmi digelar di Nusantara International Convention Center (NICE), Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2), Tangerang, pada Kamis, 24 September 2026. Pameran komponen dan aftermarket otomotif yang untuk pertama kalinya hadir di Indonesia ini berlangsung hingga...

Perdana, PermataBank GAIKINDO Auto Week 2026 Hadir di 10 Kota

Permata Bank GAIKINDO Auto Week (GAW) 2026 akan digelar serentak di 10 kota besar Indonesia pada 20–29 November 2026. Penyelenggaraan berskala nasional ini menjadi kali pertama GAW berlangsung bersamaan di Jakarta, Bali, Balikpapan, Bandung, Makassar, Medan, Palembang, Semarang, Solo,...

Kategori Berita