Tuesday, March 10, 2026

Warga Sungai Jalau dan...

Puluhan masyarakat dan pemuda Desa Sungai Jalau mengadakan aksi unjuk rasa di kantor...

Adegan Vidi Aldiano di...

Vidi Aldiano Memukau Penonton dalam Film Tunggu Aku Sukses Nanti Penampilan Vidi Aldiano dalam...

Bupati Afni Zulkifli Bahas...

Bupati Siak Afni Zulkifli menghadiri kegiatan buka puasa bersama mahasiswa asal Kabupaten Siak...

Tips Nyaman Liburan Lebaran...

Menjelang Libur Lebaran, banyak orang memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan perjalanan yang nyaman...
HomeOtomotif"Merek Jepang Potensial...

“Merek Jepang Potensial Selamatkan Nissan: Temuan Terbaru”

Pada Sabtu, 21 Desember 2024, produsen otomotif Jepang, Nissan, mengumumkan bahwa mereka hanya memiliki dana operasional untuk 9 bulan ke depan, mengguncang industri otomotif. Untuk menjaga kelangsungan operasional, Nissan terpaksa memangkas kapasitas produksi mereka. Sebuah laporan dari Motoroctane yang dikutip oleh VIVA menunjukkan bahwa Nissan sedang dalam negosiasi dengan merek otomotif populer lainnya di Jepang untuk kemungkinan merger guna mempertahankan operasional perusahaan. Meskipun bukan Toyota, Nissan telah berdiskusi dengan Honda sejak Maret 2024 terkait pengembangan kendaraan listrik.

Dengan kondisi keuangan yang kritis, merger antara Nissan dan Honda kemungkinan besar akan terjadi untuk mempertahankan kedua perusahaan. Jika berhasil, merger ini dapat menciptakan entitas gabungan dengan valuasi sebesar USD 54 miliar atau sekitar Rp873 triliun, dengan produksi tahunan mencapai 7,4 juta unit mobil. Meskipun nampak menguntungkan bagi Nissan, Honda perlu mempertimbangkan keputusannya dengan hati-hati karena sedang menghadapi tantangan di pasar kendaraan listrik.

Di sisi lain, Nissan telah memperbarui modelnya, Magnite, dan berencana untuk menghadirkan mobil-mobil baru di pasar India. Selain itu, Renault juga akan meluncurkan Duster baru dan Bigster di India, yang kemungkinan akan masuk ke dalam portofolio Nissan. Rencana Nissan untuk membawa mobil listrik ke segmen SUV turut menjadi sorotan dalam strategi ini.

Semua Berita

Pengiriman Lebih dari 5.000 Unit Geely EX2 ke Konsumen di Indonesia & Thailand

Geely Auto Indonesia baru-baru ini mengadakan acara handover ceremony untuk 100 konsumen pertama Geely EX2 di Teater Keong Emas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 28 Februari 2026. Acara ini tidak hanya berlangsung di Indonesia, tetapi juga di Thailand...

Mitsubishi Meningkatkan Market Share hingga 8,5% pada Tahun Sulit 2025

Mitsubishi Indonesia berhasil meningkatkan pangsa pasarnya menjadi 8,5% di tengah kondisi pasar otomotif nasional yang tertekan sepanjang tahun 2025. Meskipun penjualan mobil nasional mengalami penurunan, Mitsubishi dapat mempertahankan stabilitas kinerja perusahaan dengan strategi produk dan pendekatan pasar yang tepat. Atsushi...

Proyek Kleptokrasi: Pengaruhnya pada Industri Otomotif di Indonesia

PT Agrinas Pangan Nusantara telah mengimpor 105 ribu kendaraan niaga pikap dan truk ringan secara utuh dari India untuk digunakan dalam operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Langkah ini telah menimbulkan berbagai kontroversi di dalam negeri. Pertanyaan pun muncul...

Kategori Berita