UI Bahas Cara Diplomasi...

Resilience-based hedging menjadi pendekatan diplomasi yang menekankan ketahanan dari dalam dan luar negeri sekaligus.

Ketegangan Global Perlu Disikapi...

IR Youth Talks#1 memperkuat literasi hubungan internasional bagi generasi muda melalui diskusi yang mendalam dan relevan.

Arista Montana dan Gerakan...

Arista Montana menjadi bagian dari gerakan besar menuju kemandirian pangan berbasis lokal.

Andy Utama Kembangkan Model...

Andy Utama mengembangkan model leuit modern sebagai solusi ketahanan pangan yang adaptif dan berkelanjutan.
HomeGaya Hidup"Momen Strategis Minyak...

“Momen Strategis Minyak Kelapa Sawit: Penemuan & Wawasan”

Indonesia meraih kemenangan penting di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dengan mengalahkan kebijakan diskriminatif Uni Eropa terhadap minyak kelapa sawit. Kasus ini dimulai dari regulasi Renewable Energy Directive II (RED II) dan Delegated Act, yang menyebut minyak kelapa sawit sebagai komoditas dengan risiko tinggi terhadap alih fungsi lahan. Regulasi tersebut membatasi penggunaan minyak kelapa sawit dalam biofuel Eropa, dengan target penghentian total pada tahun 2030. Indonesia sebagai produsen terbesar minyak kelapa sawit tidak tinggal diam. Pada Desember 2019, Indonesia membawa kasus ini ke WTO, dan pada Januari 2025, WTO mengambil keputusan bahwa kebijakan Uni Eropa tidak didukung oleh bukti ilmiah yang memadai. Dengan demikian, Uni Eropa diharuskan mencabut regulasi tersebut, memberikan Indonesia kesempatan untuk bersaing secara adil di pasar global.

Keputusan ini memberi dampak positif bagi Indonesia, membuka kembali akses pasar ke Eropa dan meningkatkan peluang ekspor minyak kelapa sawit. Selain itu, Indonesia juga menunjukkan kemampuan diplomasi perdagangan yang efektif dan melindungi kepentingan nasional di forum internasional. Namun, tantangan seperti citra negatif minyak kelapa sawit dan program keberlanjutan yang perlu diperkuat masih menjadi fokus. Indonesia perlu mempercepat sertifikasi ISPO dan memperluas pasar domestik dan internasional untuk mengurangi ketergantungan pada pasar Eropa. Keputusan WTO menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat industri kelapa sawit yang berkelanjutan dan mengambil langkah-langkah strategis untuk masa depan yang lebih baik.

Semua Berita

Microdrama RCTI+ di V+Short: Cerita Singkat Seru di Waktu Santai

Jangan Lewatkan! Microdrama RCTI Kini Hadir di V+Short Platform hiburan digital semakin memanjakan penonton dengan berbagai inovasi terbaru. Salah satunya adalah kehadiran microdrama yang sebelumnya bisa dinikmati di RCTI+, kini dapat ditemukan di aplikasi V+Short. Hal ini memberikan pengalaman menonton...

Permohonan Ahli Waris Teddy Pardiyana Ditolak PA Bandung: Kata Sule

Sule Tanggapi Putusan Pengadilan Terkait Permohonan Ahli Waris Teddy Pardiyana Sule Bersikukuh Putusan Pengadilan Bukan Soal Menang atau Kalah Komedian Entis Sutisna atau yang lebih dikenal dengan nama Sule akhirnya angkat bicara mengenai putusan pengadilan terkait permohonan penetapan ahli waris yang...

Betrand Peto Ungkap Kerinduan kepada Thalia dan Thania

Betrand Peto Ungkap Kerinduan Bertemu dengan Dua Adik Sambung Betrand Peto merasa kerinduan setelah sekian lama tidak bertemu dengan dua adik sambungnya, Thalia dan Thalia Putri Onsu. Remaja yang karib disapa Onyo tersebut mengungkapkan bahwa kesibukannya di industri hiburan membuat...

Kategori Berita