PT Honda Prospect Motor (HPM) memperkenalkan Honda e:N1, mobil listrik berbasis baterai pertama Honda di Indonesia pada Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025. Langkah ini merupakan upaya Honda dalam mengembangkan ekosistem mobil listrik di Indonesia untuk mendukung perubahan ke mobilitas yang lebih ramah lingkungan. Honda telah terus berinovasi dalam teknologi ramah lingkungan, mulai dari clean engine hingga Hybrid Electric Vehicle (HEV). Melalui Honda e:N1, Honda berencana mencapai netralitas karbon pada tahun 2040.
Honda e:N1 tidak dijual secara langsung, tetapi melalui skema berlangganan dengan biaya sekitar Rp22 juta per bulan selama lima tahun, kemudian konsumen memiliki opsi untuk membeli mobil tersebut. Skema ini didasarkan pada studi pasar yang menunjukkan kekhawatiran konsumen terhadap nilai jual mobil listrik yang biasanya turun hingga 40% dalam setahun pertama. Selain itu, konsumen mobil listrik umumnya merupakan pembeli kedua atau ketiga yang selalu ingin mencoba teknologi terbaru.
Menurut Yusak Billy, Director Business Innovation and Sales & Marketing PT HPM, skema berlangganan ini juga cocok dengan kebutuhan perusahaan yang memiliki visi ramah lingkungan. Sejumlah perusahaan yang berfokus pada keberlanjutan lebih memilih skema berlangganan daripada membeli mobil. Saat ini, calon pengguna utama Honda e:N1 adalah manajerial perusahaan di sektor logistik, medis, dan otomotif. Lebih dari 50 peminat mobil ini sebagian besar memesan dua hingga tiga unit untuk keperluan operasional. Dengan alokasi hanya 300 unit, Honda berharap dapat mengakomodir permintaan tersebut. Selain itu, Honda juga memperhitungkan kebutuhan perusahaan yang menjadi pelanggan potensial dengan visi keberlanjutan di masa depan.

