Monday, December 15, 2025

KPK Panggil Zarof Ricar:...

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil terpidana kasus pemufakatan jahat dalam penanganan perkara terpidana...

Tips Mengatur Waktu Bermain...

Anak-anak yang bermain gadget perlu dibatasi, untuk itu Indonesia berencana membatasi penggunaan media...

Licin! Resbob Berpindah Lokasi,...

Polda Jawa Barat (Jabar) sedang menyelidiki video viral yang diduga memuat penghinaan terhadap...

Cristiano Ronaldo Bintang Fast...

Vin Diesel mengklaim bahwa Cristiano Ronaldo akan berperan dalam sekuel terakhir film Fast...
Homeprabowo8 Kebijakan Ekonomi...

8 Kebijakan Ekonomi Prabowo Subianto 2025: Menuju Pertumbuhan Yang Kokoh

Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, baru-baru ini mengungkapkan delapan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun 2025. Langkah-langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kondisi ekonomi negara. Salah satu kebijakan yang disorot adalah program Makan Bergizi Gratis, pemberian Tunjangan Hari Raya (THR), dan bantuan sosial (bansos) yang direncanakan akan dilaksanakan sepanjang tahun ini.

Dalam keterangan persnya di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Prabowo menekankan bahwa pemerintah akan terus mengimplementasikan langkah-langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ia juga secara rinci menjelaskan delapan kebijakan penting yang akan merangsang pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama.

Beberapa kebijakan tersebut meliputi kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2024, penyaluran bansos seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Sembako, serta pemberian THR bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pekerja swasta. Selain itu, akan ada stimulus ekonomi yang akan diberlakukan selama bulan Ramadhan dan Lebaran, serta paket stimulus ekonomi seperti diskon tarif listrik dan pajak penjualan barang mewah.

Prabowo juga menyoroti pentingnya program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu kebijakan yang diyakininya akan mengerek pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah. Rencana pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan pembentukan dana investasi nasional, secara khusus Danantara, juga disebutkan sebagai langkah untuk memperkuat ekonomi negara.

Selain itu, kebijakan lain seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), pembangunan kawasan industri, dan revisi peraturan untuk mempermudah berusaha, juga akan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menggerakkan perekonomian. Dukungan terhadap sektor ekspor Sumber Daya Alam (SDA) dan kebijakan internasional juga menjadi fokus utama dalam langkah-langkah ini.

Prabowo didampingi sejumlah menteri dan pejabat terkait lainnya dalam mengumumkan kebijakan-kebijakan ekonomi tersebut. Mereka menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi untuk mencapai hasil maksimal dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Semua Berita

Prabowo Kembali dari Tiongkok: Tiba di Indonesia Rabu Malam

Prabowo Subianto kembali ke Indonesia setelah menghadiri perayaan 80 Tahun Kemenangan Perlawanan Rakyat Tiongkok di Beijing dan bertemu dengan Presiden Xi Jinping. Kedatangan Prabowo di Bandara Halim Perdanakusuma dikepalai oleh Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi. China menyatakan dukungan terhadap...

Prabowo’s Return From China: Essential Insights

Presiden Prabowo Subianto kembali ke Indonesia setelah mengunjungi Beijing untuk merayakan 80 tahun kemenangan China dalam Perang Perlawanan. Prabowo tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada Rabu malam, disambut oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden...

Prabowo Subianto’s Beijing Meeting with Xi Jinping: Significant Agreements

Prabowo Subianto dan Xi Jinping bertemu di Beijing dan mencapai kesepakatan penting dalam pertemuan mereka. Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat untuk menangani berbagai isu krusial yang mempengaruhi hubungan antara Indonesia dan Tiongkok. Prabowo Subianto, yang kala itu menjabat sebagai...

Kategori Berita