Wednesday, December 10, 2025

Dr Adrian Hidayat Kapus...

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan...

Minuman Herbal Indonesia dalam...

NOD. Smart Capsule Machine, sebagai bagian dari ekosistem JumpStart Indonesia, berhasil membawa cita...

Tim Kuasa Hukum PT...

Tim Kuasa Hukum PT Artha Bumi Mining (PT ABM) telah mengambil langkah untuk...

Lee Min Ho &...

Lee Min Ho dan Moon Ga Young sedang dalam pembicaraan untuk membintangi drama...
HomeOtomotifPenanganan Limbah Baterai...

Penanganan Limbah Baterai Kendaraan Listrik: Tantangan Besar untuk Lingkungan

Kendaraan listrik semakin diminati oleh masyarakat Indonesia karena faktor kehematan dan ramah lingkungan. Namun, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyoroti masalah limbah baterai yang akan semakin membesar seiring dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik. Persoalan ini dianggap sebagai isu penting dalam beberapa tahun ke depan, menurut Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH/BPLH, Ary Sudjianto.

Dengan pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, diperlukan tata kelola daur ulang limbah baterai untuk mencegah dampak negatif terhadap lingkungan. Saat ini, Indonesia belum memiliki fasilitas atau industri yang mendukung pengolahan baterai kendaraan listrik, namun optimisme terdapat pada pengembangan sektor ini karena negara ini memiliki pengalaman dalam mengolah baterai konvensional.

Anggota Komisi XII DPR RI, Dewi Yustisiana, menekankan urgensi untuk meningkatkan penggunaan kendaraan listrik sebagai langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) dan mengurangi polusi udara. Pemerintah dan sektor swasta telah merespons dengan membangun infrastruktur kendaraan listrik, seperti stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dan fasilitas home charging services (HCS), yang mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan proyeksi penggunaan kendaraan listrik mencapai 15 juta unit pada tahun 2030, Indonesia diharapkan dapat menyiapkan solusi untuk mengelola limbah baterai yang akan meningkat seiring dengan pertumbuhan kendaraan listrik. Upaya ini menjadi penting untuk menjaga lingkungan hidup dan menghasilkan tata kelola yang berkelanjutan untuk limbah baterai dalam upaya mendukung perkembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Source link

Semua Berita

VinFast Dorong Generasi Muda Mengejar Passion dengan All Out

Pabrikan mobil listrik VinFast Indonesia menggelar acara bertajuk The Party in Mo7ion: Early New Year 7urn Up di The Langham Jakarta untuk mengapresiasi tujuh figure inspiratif pada 5 Desember 2025. Acara tersebut merupakan upaya VinFast untuk menjadi sumber inspirasi...

Wuling Raih Gelar Product Strategy & Local Growth di Anugerah PRMN 2025

Wuling Motors kembali menunjukkan kontribusinya dalam industri otomotif nasional melalui penghargaan Product Strategy and Local Growth, Model Portfolio & Local Production Expansion dalam Anugerah Pikiran Rakyat Media Network 2025. Acara yang diadakan oleh Pikiran Rakyat Media Network (PRMN) di...

SUV Jetour T2 Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Mulai Rp 568 Juta

Jetour T2, yang merupakan SUV berpenggerak empat roda (4WD) dengan label "Rugged Adventure SUV," telah resmi hadir di pasar Indonesia dengan harga Rp 568.000.000. Kendaraan ini dirancang untuk menggabungkan kualitas global, desain yang penuh karakter, dan performa tangguh untuk...

Kategori Berita