Wednesday, January 21, 2026

Mengapa Pasal 433–434 KUHP...

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa wartawan tidak dapat dipidana maupun digugat secara...

Insanul Fahmi: Panggilan Polda...

Insanul Fahmi, seorang pengusaha, akhirnya datang untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan penipuan...

Perlindungan Hukum Wartawan Saat...

Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan pentingnya perlindungan hukum khusus bagi wartawan guna mencegah praktik...

Penolakan PKS Pesantren Al...

Aksi penolakan keberadaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Desa Ridan Permai Kecamatan Bangkinang...
HomeGaya HidupTips Asuransi Banjir...

Tips Asuransi Banjir yang Penting untuk Anda

Tantangan banjir yang terus meningkat di Indonesia pada awal 2025 menimbulkan dampak yang signifikan, terutama di wilayah Jabodetabek. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat peningkatan jumlah kejadian banjir dari tahun ke tahun, dengan kerugian ekonomi yang mencapai triliunan rupiah. Banjir bukan hanya disebabkan oleh faktor alam, tapi juga akibat ulah manusia seperti alih fungsi lahan secara massif dan kurangnya kesadaran dalam membuang sampah.

Faktor deforestasi juga menjadi penyebab banjir yang semakin parah, di mana hilangnya hutan sebagai penyerap air hujan membuat banjir semakin tak terhindarkan. Oleh karena itu, mitigasi banjir perlu dilakukan secara strategis melalui pembangunan berkelanjutan, perbaikan infrastruktur drainase, dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta diharapkan dapat menciptakan sistem mitigasi banjir yang lebih efektif dan berkelanjutan. Selain itu, pentingnya asuransi sebagai instrumen perlindungan finansial juga ditekankan. Meskipun penetrasi asuransi masih rendah di Indonesia, namun peran asuransi dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan masyarakat sangat penting. OJK telah menginisiasi kebijakan asuransi wajib sebagai langkah awal dalam menghadapi risiko banjir yang terus meningkat.

Upaya Indonesia dalam mengadopsi kebijakan asuransi wajib dapat mengikuti contoh negara lain seperti Amerika Serikat, Inggris, Swiss, Prancis, dan India yang sudah memiliki program asuransi risiko bencana yang efektif. Dengan langkah-langkah yang konkret dan peningkatan kesadaran masyarakat, Indonesia diharapkan dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh banjir setiap tahun. Melalui pendekatan Public-Private Partnership (PPP), Indonesia dapat memperkuat sistem mitigasi banjir dan melindungi masa depan dari ancaman banjir yang terus berulang.

Source link

Semua Berita

Insanul Fahmi: Panggilan Polda Metro Jaya Kasus Penipuan

Insanul Fahmi, seorang pengusaha, akhirnya datang untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan penipuan yang dilaporkan oleh Inara Rusli di Polda Metro Jaya pada Rabu (21/1/2026). Ditemani oleh kuasa hukumnya, Tommy Tri Yunanto, Insanul Fahmi tiba di Gedung Direktorat Reserse...

Aruna Tampil Ceria di Showcase Indonesian Idol: Aura Bintang BCL

Aruna, peserta asal Semarang, menampilkan lagu "Akad" milik Payung Teduh dengan aransemen yang lebih ceria dalam showcase Indonesian Idol XIV. Penampilan Aruna berhasil mencuri perhatian para juri dan menarik perhatian Bunga Citra Lestari (BCL), salah satu juri, yang memberikan...

Jaja Miharja Bersinar setelah Pulih dari Kursi Roda: Kisah Inspiratif

Aktor senior Jaja Miharja baru-baru ini membagikan kabar bahagia setelah pulih dari sakit dan menjalani perawatan medis selama beberapa bulan terakhir. Menghadiri acara di Warung Buncit, Jakarta Selatan, Jaja mengungkapkan bahwa kini ia telah pulih dan bisa berjalan secara...

Kategori Berita