Ngertakeun Bumi Lamba XVIII...

Ngertakeun Bumi Lamba XVIII memperkuat semangat kolektif menjaga keseimbangan ekosistem melalui nilai budaya dan tradisi.

Andy Utama Bangun Visi...

Andy Utama mengedepankan restorasi ekologis sebagai fondasi utama menjaga keseimbangan lingkungan Megamendung.

Penangkaran Rusa Timor Dukung...

Kawasan konservasi Megamendung terus diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan berbagai mitra strategis.

Yayasan Paseban Perluas Upaya...

Kementerian Kehutanan meresmikan fasilitas konservasi yang mendukung perlindungan satwa dan habitat alaminya.
HomePolitikPrabowo Kritik Para...

Prabowo Kritik Para Pengkritik: Analisis dan Tanggapan

Presiden Prabowo Subianto kembali mengungkapkan kekecewaannya terhadap beragam kritik yang dialamatkan kepada program-program pemerintah yang ia pimpin, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan rencana pembentukan Koperasi Merah Putih. Prabowo menyoroti banyaknya kritikus yang dianggapnya “nyinyir” terhadap program tersebut, bahkan menyinggung para profesor yang disebutnya seharusnya belajar dari Ustaz Adi Hidayat, penggagas Gerakan Indonesia Menanam (Gerina). Selama peluncuran Gerina di Banyuasin, Sumatera Selatan, Prabowo menegaskan pentingnya memberikan solusi secara besar bagi Indonesia dengan melibatkan pemikiran yang luas.

Di tengah banjir kritik terhadap program MBG, Prabowo juga menyentil para pengamat dan analis yang kerap mengkritik kebijakan pemerintahannya. Meskipun tidak menutup diri terhadap kritik, Prabowo menekankan pentingnya kritik yang konstruktif dan tidak didasari oleh dendam. Namun, analis politik menyoroti sikap defensif Prabowo terhadap kritik dari kalangan intelektual, menilai bahwa hal tersebut dapat merugikan komunikasi yang seharusnya progresif antara pemerintah dan masyarakat.

Kritik dari kalangan akademisi, menurut para analis, merupakan bagian penting dari demokrasi yang harus dihargai dan tidak dibatasi. Mengingat situasi post-truth dan pengaruh elite dalam manipulasi informasi, kritik dari intelektual dianggap sebagai upaya untuk menjaga demokrasi agar tidak tergelincir ke tirani. Prabowo juga disarankan untuk memandang kritik dari kalangan intelektual sebagai langkah positif untuk memperbaiki keadaan sosial dan mencari solusi bersama demi kemajuan bangsa. Kritik yang membangun dan progresif dianggap sebagai langkah awal untuk menemukan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia.

Source link

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita