Wednesday, January 14, 2026

Sumpah Gubri Wahid: Uji...

Aktivis sipil yang bernama Sanusi menyatakan dukungannya terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam...

Cibubur: Betrand Peto di...

Sinetron terkenal RCTI, Cinta Sepenuh Jiwa, akan mengadakan acara Meet & Greet di...

Silaturahmi PWI Bengkalis dan...

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bengkalis melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Ketua Pengadilan...

Manfaat Alpukat untuk Pencernaan:...

Alpukat adalah buah yang terkenal karena kandungan lemak sehat dan tekstur creamy yang...
HomeBeritaKorban Mafia Tanah...

Korban Mafia Tanah di Bantul: Modus dan Pelaku Sama

Kasus dugaan mafia tanah kembali mengemuka di Kabupaten Bantul, DIY, dengan korbannya Bryan Manov Qrisna Huri. Kejadian ini membawa ingatan pada kasus serupa yang menimpa Mbah Tupon, korban dugaan mafia tanah sebelumnya. Tanah seluas 2.275 meter persegi milik Bryan terancam hilang karena sertifikatnya telah berganti nama dan diagunkan di bank. Awalnya, ibu Bryan ingin memecah tanah warisan dari almarhum ayahnya, namun proses pemecahan sertifikat tanah ini berjalan rumit setelah melibatkan Triono. Sertifikat tanah yang semula atas nama Sutono Rahmadi kini berganti nama menjadi Muhammad Ahmadi tanpa sepengetahuan Bryan dan keluarganya. Kasus ini telah dilaporkan ke Polda DIY, dengan harapan agar sertifikat tanah keluarga Bryan dapat dikembalikan ke pemilik sebenarnya.

Source link

Semua Berita

Sumpah Gubri Wahid: Uji di Pengadilan, Bukan Opini Publik

Aktivis sipil yang bernama Sanusi menyatakan dukungannya terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penanganan kasus yang melibatkan Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid. Sanusi mempertegas bahwa sumpah yang diucapkan oleh Gubri Wahid harus diuji secara hukum di pengadilan untuk menghindari...

Silaturahmi PWI Bengkalis dan PN Bengkalis: Memperkuat Hubungan Komunitas

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bengkalis melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kelas IB Bengkalis pada hari Selasa. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Comment Center PN Bengkalis dengan suasana yang hangat. Silaturahmi dipimpin oleh Ketua PN...

Oligarki Tambang, Kapitalisme Liberal, dan Ketimpangan: Analisis Mendalam

Kritik terhadap arah demokrasi Indonesia semakin meningkat, tidak hanya dalam wacana tetapi juga dalam indikator ketimpangan ekonomi yang berkembang. Hal ini terbukti dengan semakin terkonsentrasinya kekayaan, aset, dan sumber daya alam pada sejumlah kelompok usaha besar, menimbulkan kekhawatiran terhadap...

Kategori Berita