Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, memimpin apel kesiapsiagaan pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di lapangan Sungkai Komplek Perkantoran PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Pekanbaru, Riau, sebagai upaya pemerintah dalam menghadapi ancaman Karhutla di wilayah Riau menjelang musim kemarau. Sinergi dan kolaborasi antar berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, BPBD, dan perwakilan perusahaan, ditekankan oleh Menteri Hanif untuk mengantisipasi dan menanggulangi Karhutla secara efektif.
Kebakaran lahan gambut sulit dipadamkan, sehingga kerja sama antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat diperlukan untuk mencegah terjadinya Karhutla demi kesehatan masyarakat dan menjaga kebersihan udara. Apresiasi dan pentingnya peralatan yang memadai dan respons cepat dalam penanggulangan Karhutla di wilayah Rokan Hulu dan Rokan Hilir disampaikan oleh Menteri Hanif.
General Manager Zona Rokan, Andre Wijanarko, mengapresiasi dukungan penuh Kementerian Lingkungan Hidup dan kehadiran Menteri LH di Riau dalam upaya penanggulangan kebakaran lahan, sambil menjelaskan bahwa kelancaran operasi PHR sangat tergantung pada lingkungan yang bebas dari Karhutla. PHR telah menetapkan status siaga dan mengerahkan regu pemadam kebakaran untuk menanggulangi kebakaran lahan, serta menjadikan Komplek Perkantoran Bangko sebagai pusat komando penanggulang Karhutla di wilayah Bangko, Rokan Hilir, dan sekitarnya.
Diharapkan bahwa apel kesiapsiagaan ini dapat meningkatkan koordinasi dan respons cepat dalam penanganan Karhutla di Riau, dengan dukungan pemerintah dan berbagai pihak termasuk sektor industri migas. PHR, sebagai salah satu anak perusahaan Pertamina, memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui pengelolaan Zona Rokan dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, dan lingkungan.

