Friday, March 6, 2026

Bazar Baju Layak Pakai...

Dharma Wanita Persatuan (DWP) MAN 1 Bengkalis telah sukses menggelar kegiatan bazar baju...

Insiden Hari Akad Nikah...

Drama "99 Nama Cinta" akan tayang hari ini pukul 18.30 WIB di RCTI...

Langkah Antisipasi Karhutla Pemda...

Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Nasional tahun 2026 Provinsi Riau...

Soleh Intai Peneror: Kobar...

Saksikan Layar Drama RCTI 'Banyak Jalan Menuju Surga' hari ini pukul 03.45 WIB...
HomeprabowoPrabowo and Anwar...

Prabowo and Anwar Meet at Merdeka Palace: Shared Heritage Diplomacy

Pada pukul 10:10 pagi waktu setempat pada hari Selasa, 29 Juli, konvoi resmi Perdana Menteri Malaysia Dato’ Sri Anwar Ibrahim memasuki halaman Istana Merdeka. Delegasi disambut langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, teman dan rekan kerjanya yang sudah lama.
Tidak ada kaku formalitas dalam penyambutan tersebut. Presiden Prabowo secara pribadi menyambut Perdana Menteri Anwar di kendaraannya. Kedua pemimpin tersebut kemudian berjalan berdampingan melewati penjaga kehormatan, ekspresi mereka—ditandai dengan kontak mata dan senyuman hangat—yang mencerminkan lebih dari sekedar protokol diplomatik. Apa yang terjadi adalah pertemuan yang didasarkan pada akar budaya bersama dan persaudaraan antara dua bangsa yang sama.
Perdana Menteri Anwar menyapa anggota Kabinet Merah Putih Indonesia satu per satu, memperkuat arti lebih dalam dari kunjungannya—tidak hanya sebagai pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo, namun juga sebagai gestur kebaikan kepada rakyat Indonesia secara keseluruhan.
Setelah sesi foto, kedua pemimpin melanjutkan ke kantor Presiden untuk membuka babak baru dalam hubungan antara dua negara tetangga melalui Konsultasi Tahunan Indonesia-Malaysia ke-13.
“Kami ingin terus membangun atas kemajuan bilateral positif yang sudah kita capai,” kata Presiden Prabowo.
Selain menyoroti pencapaian yang sudah ada, Prabowo juga mengatasi tantangan yang masih ada antara kedua negara—terutama masalah perbatasan.
“Aku percaya kita bisa menyelesaikan masalah ini—terutama masalah terkait perbatasan—melalui dialog yang berkelanjutan, negosiasi, dan musyawarah bersama. Itulah prinsip kita selalu,” tegasnya.
Sepanjang diskusi, tema kuat tentang identitas bersama dan solidaritas muncul.
“Sebagai bangsa dengan latar belakang yang sama—budaya, agama, dan akar etnis yang sama—kita, pada dasarnya, adalah satu keluarga,” demikian Prabowo menyimpulkan, memperkuat semangat persaudaraan yang mendasari hubungan Indonesia-Malaysia.

Source link

Semua Berita

Prabowo Kembali dari Tiongkok: Tiba di Indonesia Rabu Malam

Prabowo Subianto kembali ke Indonesia setelah menghadiri perayaan 80 Tahun Kemenangan Perlawanan Rakyat Tiongkok di Beijing dan bertemu dengan Presiden Xi Jinping. Kedatangan Prabowo di Bandara Halim Perdanakusuma dikepalai oleh Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi. China menyatakan dukungan terhadap...

Prabowo’s Return From China: Essential Insights

Presiden Prabowo Subianto kembali ke Indonesia setelah mengunjungi Beijing untuk merayakan 80 tahun kemenangan China dalam Perang Perlawanan. Prabowo tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada Rabu malam, disambut oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden...

Prabowo Subianto’s Beijing Meeting with Xi Jinping: Significant Agreements

Prabowo Subianto dan Xi Jinping bertemu di Beijing dan mencapai kesepakatan penting dalam pertemuan mereka. Dalam pertemuan tersebut, keduanya sepakat untuk menangani berbagai isu krusial yang mempengaruhi hubungan antara Indonesia dan Tiongkok. Prabowo Subianto, yang kala itu menjabat sebagai...

Kategori Berita