Friday, March 6, 2026

Bazar Baju Layak Pakai...

Dharma Wanita Persatuan (DWP) MAN 1 Bengkalis telah sukses menggelar kegiatan bazar baju...

Insiden Hari Akad Nikah...

Drama "99 Nama Cinta" akan tayang hari ini pukul 18.30 WIB di RCTI...

Langkah Antisipasi Karhutla Pemda...

Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Nasional tahun 2026 Provinsi Riau...

Soleh Intai Peneror: Kobar...

Saksikan Layar Drama RCTI 'Banyak Jalan Menuju Surga' hari ini pukul 03.45 WIB...
HomePolitikSejarah Penjajahan Negara...

Sejarah Penjajahan Negara ASEAN & Alasan Thailand Merdeka

Kawasan Asia Tenggara merupakan wilayah yang pernah dirasakan pahitnya penjajahan oleh negara-negara Eropa mulai dari abad ke-16 hingga ke-20. Thailand menjadi satu-satunya negara di kawasan ini yang tidak pernah dijajah oleh bangsa Barat. Penjajahan di Asia Tenggara dipicu oleh berbagai motif, mulai dari pengendalian rempah-rempah, penguasaan sumber daya alam, hingga kendali jalur perdagangan strategis antara Samudra Hindia dan Pasifik.

Negara-negara anggota ASEAN juga mengalami penjajahan yang panjang. Indonesia merupakan salah satu negara yang tercatat paling lama dijajah, mulai dari Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris, dan Jepang sebelum memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Malaysia dijajah oleh Portugis, Belanda, dan kemudian Inggris sebelum mencapai kemerdekaan pada 31 Agustus 1957. Singapura awalnya merupakan bagian dari Malaysia yang dijajah oleh Portugis, Belanda, dan Inggris sebelum memisahkan diri pada 9 Agustus 1965. Filipina, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Laos, dan Brunei juga mengalami periode penjajahan dengan ciri khas serta perjuangan masing-masing sebelum merdeka.

Thailand menjadi pengecualian di kawasan Asia Tenggara karena berhasil mempertahankan kemerdekaannya tanpa pernah dijajah oleh bangsa Barat. Hal ini berkat kecerdikan Raja Mongkut dan Raja Chulalongkorn yang menjalankan diplomasi cerdas, modernisasi, serta menjadikan Thailand sebagai negara penyangga. Sejarah kolonialisme di Asia Tenggara meninggalkan bekas yang mendalam, namun juga memberikan pelajaran berharga bagi bangsa-bangsa ASEAN untuk selalu berkomitmen menjaga kedaulatan, bekerja sama, dan membangun kawasan yang damai serta sejahtera.

Peringatan hari kemerdekaan setiap negara di kawasan ini menjadi simbol perjuangan melawan penjajahan serta tekad untuk mandiri. Sejarah kolonialisme di Asia Tenggara menjadi cerminan tentang pentingnya menjaga kedaulatan dan persatuan, serta bekerja sama untuk menciptakan wilayah yang damai serta sejahtera bagi generasi mendatang.

Source link

Semua Berita

Rangkuman Lawatan Ratu Máxima di Indonesia: Memperkuat Hubungan Diplomatik

Ratu Máxima telah menyelesaikan kunjungan kerjanya ke Indonesia yang berlangsung selama empat hari, dimulai dari Senin hingga Kamis (24-27 November 2025). Selama kunjungannya, ia bertindak sebagai United Nation Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, bukan sebagai Ratu Belanda....

Profil Istri Wiranto: Mengenal Rugaiya Usman

Keluarga Jenderal (Purn) TNI Wiranto tengah berduka atas kepergian istri tercinta, Rugaiya Usman, yang meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Rugaiya telah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, namun kondisinya tidak...

Perjuangan Zainal Abidin Syah untuk Irian Barat: NKRI Terbaik

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Salah...

Kategori Berita