Bupati Indramayu, Lucky Hakim, memiliki target ambisius untuk melepas sekitar 10 ribu ekor ular ke area persawahan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Tujuannya adalah untuk mengendalikan hama tikus yang menjadi masalah di wilayah tersebut dan menjaga keseimbangan ekosistem pertanian. Program yang digagasnya, Ular Sahabat Petani, merupakan inisiatif dari pemerintah daerah untuk mendukung produktivitas pertanian secara ramah lingkungan.
Pelepasan ratusan ekor ular di Kecamatan Sindang, Indramayu, merupakan langkah awal dari program tersebut. Ular jenis koros dan lanang sapi yang dilepas tidak berbisa sehingga tidak membahayakan masyarakat. Ular dianggap sebagai predator alami yang efektif dalam mengontrol populasi tikus, salah satu hama penting di persawahan.
Selain itu, keberadaan ular di sawah diharapkan dapat mengurangi penggunaan racun tikus oleh petani. Program pelepasan ular ini ditargetkan mencapai 10 ribu ekor di seluruh kecamatan dan diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam menangani masalah tikus dan menjaga ketahanan pangan daerah. Sosialisasi kepada petani tentang peran ular dalam ekosistem sawah juga dilakukan untuk membantu memahami manfaatnya.
Program Ular Sahabat Petani di Indramayu dianggap sebagai inovasi lokal yang mendukung upaya pelestarian alam dan juga memperkuat identitas daerah sebagai lumbung padi Jawa Barat. Diharapkan dengan adanya program ini, kerugian akibat hama tikus dapat ditekan dan hasil panen petani lebih terjaga. Kesadaran petani tentang pentingnya pelestarian alam juga diharapkan dapat meningkat melalui program ini.

