Yayasan Paseban Hadirkan Pusat...

Yayasan Paseban menghadirkan pusat konservasi Rusa Timor modern untuk memperkuat perlindungan fauna lokal.

Putusan MK 28/2026 Dinilai...

Ari Yusuf Amir menekankan bahwa audit kerugian negara harus dilakukan oleh lembaga yang berwenang yakni BPK.

UI Bahas Cara Diplomasi...

Resilience-based hedging menjadi pendekatan diplomasi yang menekankan ketahanan dari dalam dan luar negeri sekaligus.

Ketegangan Global Perlu Disikapi...

IR Youth Talks#1 memperkuat literasi hubungan internasional bagi generasi muda melalui diskusi yang mendalam dan relevan.
HomeBeritaRahasia Dana Rp69...

Rahasia Dana Rp69 Miliar: Aliran Melalui 3 Rekening Nominee

Skandal pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah mencuat dengan melibatkan nama Irvian Bobby Mahendro (IBM) sebagai pelaku utama. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar cara curang pejabat yang dijuluki ‘Sultan’ Kemnaker ini dalam mengelola uang hasil pemerasan. Irvian diduga menggunakan tiga rekening atas nama orang lain (nominee) untuk menampung dana hasil pemerasan sebesar Rp69 miliar.

Menurut Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, rekening-rekening tersebut dimiliki oleh saudara dan staf Irvian, dengan total dana yang terkait langsung mencapai Rp69 miliar. KPK juga mengungkap bahwa Irvian akan dijerat dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) selain suap dan pemerasan. Selain itu, laporan harta kekayaan Irvian tidak sesuai dengan aliran dana yang ditemukan KPK.

Praktik pemerasan ini dilakukan sejak tahun 2019 dengan biaya pengurusan sertifikat K3 yang seharusnya Rp275 ribu, dinaikkan hingga Rp6 juta. Irvian diduga menguasai sebagian besar dana sebesar total Rp81 miliar melalui jaringan nominee. Julukan ‘Sultan’ untuk Irvian berasal dari Immanuel Ebenezer alias Noel, eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan, yang juga turut terseret dalam kasus ini bersama 10 orang lainnya.

Presiden Prabowo Subianto telah mencopot Noel dari jabatannya sebagai Wamenaker setelah penetapan sebagai tersangka oleh KPK. Kasus ini menunjukkan dampak korupsi dan pemerasan yang merugikan negara dan masyarakat secara luas. Masyarakat berharap adanya tindakan tegas dan keadilan dalam penegakan hukum terhadap para pelaku korupsi.

Source link

Semua Berita

Upacara Harkitnas ke-118: Wabup Rohul Ajak Jaga Tunas Bangsa

Upacara Harkitnas Ke-118 di Kabupaten Rokan Hulu Dihadiri Wakil Bupati Pasir Pengaraian - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Kabupaten Rokan Hulu berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Rohul pada Rabu (20/5/2026). Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti,...

Polisi Turun ke Sawah: Polsek Sungai Batang Dampingi Petani

Polisi Dampingi Petani demi Ketahanan Pangan Polisi Sahabat Petani: Dukungan Polsek Sungai Batang untuk Ketahanan Pangan Polisi Turun ke Lahan Pertanian Jajaran Polsek Sungai Batang, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, terus menggencarkan Program Polisi Sahabat Petani sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan nasional....

Polsek Tanah Merah Dampingi Kelompok Tani Sejahtera

Personel Polsek Tanah Merah Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional Personel Polsek Tanah Merah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan nasional. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pendampingan dan pengecekan perkembangan...

Kategori Berita