Skandal pangan bergizi gratis (MBG) di Bengkalis semakin mencuat, dengan laporan menu basi dan dugaan siswa keracunan. Wakil Ketua DPRD Bengkalis, Hendrik Firnanda P, mengekspresikan kekhawatiran terhadap hal ini. Ia berencana untuk melakukan inspeksi mendadak di seluruh dapur MBG di Kabupaten Bengkalis. Program MBG yang seharusnya mempromosikan kesehatan anak-anak dianggap telah dinodai oleh pengelolaan yang tidak tertib, menurut politisi Gerindra ini.
Standar Operasional Pelayanan (SOP) MBG seperti waktu memasak, distribusi, dan kebersihan makanan diatur secara rinci namun nyatanya masih banyak yang dilanggar di lapangan. Hendrik Firnanda P menyoroti penyelesaian pelaksanaan program MBG yang membutuhkan keahlian ahli gizi serta tanggung jawab dari pihak terkait. Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pelaporan agar permasalahan yang sama tidak terulang.
Meskipun kepala sekolah seolah menepis adanya pelanggaran, namun fakta menunjukkan bahwa banyak siswa enggan menyentuh makanan MBG. Hal ini menunjukkan adanya ketidakpuasan terhadap menu yang disediakan. Hendrik menegaskan akan melakukan sidak ke semua dapur MBG di Bengkalis tanpa pandang bulu, untuk memastikan keberlangsungan program tersebut tanpa merugikan kesehatan anak-anak.

