Pada hari Rabu, 1 Oktober 2025, sebanyak 592 pegawai honorer di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, menggelar aksi protes di depan kantor Bupati dan kantor DPRD. Mereka merasa kecewa karena belum diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK Paruh Waktu. Semasa aksi berlangsung, massa mencoba masuk ke kantor bupati namun dihalangi petugas, kemudian beberapa di antara mereka meluapkan emosi dengan melempari kantor BKPSDM hingga merusak kaca jendela. Situasi semakin tegang sehingga aparat kepolisian kewalahan menangani kerumunan.
Salah seorang peserta aksi, Marsel Fatlolon, menyatakan kekecewaannya terhadap pemerintah setempat yang tidak mengakomodir mereka yang sudah mengikuti seleksi PPPK. Meskipun sejumlah orang diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu, namun tidak semuanya sesuai dengan proses seleksi yang telah dilalui. Ketika dihadapkan pada Bupati Ricky Jauwerissa, mereka diberitahu bahwa tidak ada usulan penambahan PPPK Paruh Waktu 2025 karena keterbatasan anggaran.
Dalam kondisi frustrasi, para pegawai honorer ini mengharapkan solusi dari pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Maluku untuk menyikapi masalah mereka secara adil dan transparan. Aksi protes ini merupakan bentuk kekecewaan dari para honorer yang sudah bertahun-tahun mengabdi tetapi belum mendapatkan kepastian status kepegawaian yang jelas.

