Sebagai bagian dari peringatan Hari Batik Nasional, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 Sumatera menunjukkan komitmennya dalam membangun sosial dan budaya melalui program Batik. PHR telah menciptakan berbagai macam batik binaan, seperti Batik Mandau, Batik Khaman, dan Batik Lapas, dengan melibatkan masyarakat setempat, termasuk narapidana di Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menjadi pangkal dari upaya ini, tidak hanya merayakan kekayaan budaya namun juga mendorong kreativitas ekonomi di tingkat lokal.
Batik Mandau, misalnya, mencerminkan kearifan lokal dengan motif Melayu yang menawan, sementara Batik Lapas memberikan kesempatan bagi narapidana untuk mengasah keterampilan membatik dan meraih hak cipta atas karyanya. Sementara itu, Batik Khaman dari Rumah Kreatif Boek Khaman di Desa Lubuk Raman menggabungkan motif Buah Khaman dengan Kapak Beliung sebagai simbol historis desa tersebut. Dukungan PHR terhadap program-program ini tidak hanya bertujuan untuk merayakan Hari Batik Nasional, tetapi juga sebagai wujud nyata dari kepedulian sosial dan komitmen perusahaan dalam membangun ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHR fokus dalam mengelola bisnis hulu migas di Sumatra, berkontribusi dalam pemenuhan energi nasional. Dengan restrukturisasi organisasi pada 2025, PHR memperkuat operasionalnya demi meningkatkan efisiensi dan ketahanan energi nasional, sesuai dengan program Swasembada Energi yang dicanangkan pemerintah. Dalam upaya menjaga pasokan energi nasional, PHR terus berusaha menghadapi tantangan industri migas yang akan datang.

