Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) sedang mempersiapkan lulusan ahli gizi yang kompeten untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah strategis ini diambil untuk memastikan keberlangsungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah dengan tenaga ahli yang profesional. PERSAGI telah menjalin nota kesepahaman dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Asosiasi Institusi Pendidikan Gizi untuk mengatasi kekurangan jumlah tenaga ahli gizi di SPPG.
Program magang juga diusulkan untuk mahasiswa gizi baik program vokasi maupun sarjana. Diharapkan melalui magang ini, mahasiswa tidak hanya mendapat pengalaman praktis tetapi juga termotivasi untuk berkarir di SPPG setelah lulus. Selain itu, PERSAGI juga mengusulkan solusi jangka pendek dengan melibatkan tenaga gizi dari Puskesmas atau Dinas Kesehatan setempat untuk mendampingi proses di SPPG.
Kolaborasi antara PERSAGI, pemerintah, dan institusi pendidikan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan ahli gizi di SPPG secara bertahap. Targetnya, pada Maret 2026, sudah ada lulusan yang siap melamar dan berkontribusi di SPPG terdekat. Semua langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap SPPG memiliki ahli gizi yang kompeten dan siap berkontribusi dalam penyelenggaraan makanan yang aman dan bergizi.

